Lampaui Target 117 Persen, Realisasi Investasi Kutai Barat Tembus Rp7,98 Triliun

Metroikn, Sendawar – Realisasi penanaman modal di Kabupaten Kutai Barat mencatatkan lonjakan signifikan dengan menembus angka Rp7,98 triliun per Triwulan III 2026. Perolehan ini melesat melampaui target tahunan yang dipatok Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebesar Rp6,8 triliun, atau mencapai 117,43 persen dari target.

Capaian investasi tersebut berasal dari kombinasi Penanaman Modal Asing (PMA) serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Masuknya modal segar ini ditopang oleh operasional 1.215 proyek usaha yang tersebar di wilayah Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Aktivitas investasi ini turut mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Dari total ribuan proyek yang berjalan, tercatat sebanyak 1.892 tenaga kerja Indonesia (TKI) berhasil diserap, didampingi enam tenaga kerja asing (TKA).

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan bahwa keberhasilan menarik modal ke daerah memberikan dampak berganda terhadap stabilitas dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

“Tercapainya realisasi investasi mampu memperkuat struktur perekonomian daerah, pengembangan sektor ekonomi produktif, peningkatan kapasitas produksi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Frederick Edwin saat menyampaikan pidato kinerja pemerintah pada Rapat Paripurna HUT ke-27 Kutai Barat di Gedung DPRD Kubar, Sendawar, Rabu (4/11/2026).

Matangkan Tata Ruang dan Promosi IPRO

Guna menjaga iklim investasi tetap kompetitif, Pemkab Kutai Barat mengambil sejumlah langkah percepatan jangka pendek. Pemerintah daerah kini fokus merampungkan dokumen regulasi tata ruang dan kepastian lahan usaha.

Strategi percepatan investasi tersebut difokuskan pada percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten.

“Kemudian penyediaan lahan yang berstatus clear, clean, and concern yang siap ditawarkan kepada calon pemodal, dan penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai instrumen promosi terukur bagi para investor,” papar Edwin.

Pacu Hilirisasi Industri Hijau dan IKM

Lonjakan investasi ini diarahkan sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Kutai Barat untuk melepaskan ketergantungan dari sektor ekstraktif tak terbarukan, khususnya batu bara. Pemkab mendorong investor masuk ke rantai hilirisasi industri berkelanjutan, seperti pemanfaatan pasir silika, oleopangan, oleokimia, bioavtur, energi surya, farmasi obat herbal, hingga sektor ekowisata.

Di samping proyek-proyek padat modal, geliat sektor riil masyarakat ikut menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, jumlah unit Industri Kecil dan Menengah (IKM) bertambah menjadi 2.264 unit dari sebelumnya 2.244 unit pada 2024, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 3.559 orang.

“Kita menyadari ekspansi sektor IKM menghadapi tantangan modal, teknologi, dan akses pasar. Pemerintah terus memberikan pembinaan dan fasilitas agar potensi masyarakat tidak terhambat dan investasi yang masuk benar-benar dirasakan seluruh lapisan warga,” pungkas Frederick. (Adv)