Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memantapkan langkah menuntaskan pembangunan megaproyek Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang membentang di atas Sungai Mahakam, Kecamatan Melak, menuju Mook Manaar Bulatn. Proses lelang fisik jembatan penghubung strategis ini ditargetkan terlaksana pada akhir 2026, menyusul tuntasnya kajian teknis, administrasi, dan legalitas sepanjang tahun berjalan.
Keberadaan jembatan bentang panjang ini dirancang untuk memangkas disparitas wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Jika rampung, Jembatan ATJ akan menghubungkan Kutai Barat langsung ke Kabupaten Kutai Kartanegara melalui koridor darat Kota Bangun.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, konstruksi fisik jembatan akan didanai melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) mengingat tingkat kerumitan teknis di lapangan yang tergolong tinggi.
“Pekerjaan ini membutuhkan persiapan yang matang dan menyeluruh, baik administrasi, legal, maupun teknis. Persiapan pembangunan Jembatan ATJ telah berjalan sepanjang 2026, dan kita menargetkan lelang fisik sudah bisa digelar pada akhir tahun ini,” ujar Frederick Edwin saat menyampaikan pidato kinerjanya pada Rapat Paripurna HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kutai Barat, Sendawar, Rabu (4/11/2026).
Prioritas Utama Paket Multiyears Rp2,52 Triliun
Bupati Edwin menjelaskan, kepastian kelanjutan Jembatan ATJ telah dikunci dalam kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kubar 2027, serta dokumen Kegiatan Tahun Jamak periode 2027–2029.
Dalam kesepakatan tersebut, Pemkab Kubar mengalokasikan total pagu senilai Rp2,52 triliun (Rp2.520.794.300.000) untuk membiayai 22 subkegiatan strategis secara bertahap dalam tiga tahun anggaran. Jembatan ATJ ditempatkan sebagai program prioritas paling atas dalam daftar pembangunan tersebut.
Dukungan konektivitas itu kian diperkuat pada tahun anggaran 2027. Pemkab telah menyiapkan pagu infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp1,2 triliun guna menangani 120 kilometer ruas jalan serta delapan unit jembatan di berbagai kecamatan, yang sekaligus mencakup pembiayaan lanjutan Jembatan ATJ.
Komitmen Kepala Daerah Menjawab Tekanan Fiskal
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Barat Erik Viktory memastikan proyek-proyek bernilai strategis tetap menjadi perhatian mutlak pemerintah daerah.
“Sudah kita ajukan ke DPRD, dan salah satu dari program multiyears kita adalah pembangunan jembatan itu,” kata Erik Viktory.
Menurut Erik, penuntasan Jembatan ATJ serta koridor Jalan Bung Karno merupakan janji kerja yang termaktub langsung dalam visi-misi kepala daerah demi menghadirkan pemerataan infrastruktur yang berkeadilan.
“Pemerintah kabupaten melalui Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati sudah menjanjikan di dalam visi-misi mereka bahwa Jembatan ATJ dan Jalan Bung Karno akan dilanjutkan,” imbuhnya.
Meski demikian, Erik menggarisbawahi bahwa ritme pembangunan tetap diselaraskan dengan kapasitas riil kas daerah agar ketersediaan anggaran terjamin hingga proyek tuntas secara fungsional.
Matangkan Jalur Pendekat Menuju Batas Kukar
Sembari menyiapkan lelang jembatan, Pemkab Kubar secara paralel menuntaskan rekonstruksi jalur darat penghubung (access road) menuju tapal batas kabupaten menggunakan skema anggaran tahun tunggal (single year).
Penanganan koridor darat tersebut difokuskan pada rekonstruksi ruas Jalan Simpang Muara Jawaq–Kampung Abit, yang disambung dengan pengerjaan Simpang Abit hingga menembus batas wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tersambungnya Jembatan ATJ dengan poros jalan tembus ini diyakini akan mengakhiri ketergantungan mobilitas warga pedalaman pada rute memutar, sekaligus memangkas ongkos logistik dan mempercepat arus distribusi komoditas dari Sendawar menuju kawasan pesisir Kaltim serta poros Ibu Kota Nusantara (IKN). (Adv)









