Metroikn, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyiapkan alokasi anggaran infrastruktur masif senilai Rp1,2 triliun pada tahun anggaran 2027. Pagu anggaran jumbo tersebut dialokasikan khusus untuk mempercepat penanganan 120 kilometer ruas jalan konektivitas serta pembangunan delapan unit jembatan di berbagai kecamatan.
Alokasi dana tersebut sekaligus mencakup pembiayaan kelanjutan megaproyek Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang menghubungkan Kutai Barat dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, langkah agresif ini ditempuh guna mendongkrak kualitas aksesibilitas darat yang menjadi urat nadi pergerakan logistik, komoditas pertanian, dan mobilitas warga di pedalaman.
“Untuk tahun 2027, rencana pembangunan jalan sepanjang 120 kilometer dan 8 unit jembatan dengan pagu anggaran Rp1,2 triliun, termasuk penyelesaian Jembatan ATJ di dalamnya,” jelas Edwin saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna HUT ke-27 Kubar di Gedung DPRD Kutai Barat, Rabu (4/11/2026).
Tingkat Kemantapan Jalan Capai 73,26 Persen
Frederick memaparkan, dari total bentang 1.523,45 kilometer jalan kabupaten, tingkat kemantapan jalan di wilayah Kutai Barat saat ini berada di angka 73,26 persen. Rinciannya mencakup kondisi mantap 56 persen, kondisi sedang 10,26 persen, serta rusak ringan 7 persen.
Sementara itu, 26,74 persen sisanya masih berstatus rusak berat atau berwujud jalan tanah. Menurutnya, laju kerusakan jalan tidak lepas dari maraknya aktivitas kendaraan bermuatan dan berdimensi lebih (Over Dimension Over Load/ODOL) yang melintasi koridor kabupaten.
“Kebutuhan penanganan infrastruktur jalan masih memerlukan perhatian secara khusus. Kondisi rusak berat juga diakibatkan oleh maraknya kendaraan ODOL yang melintasi ruas jalan dalam wilayah Kutai Barat,” ungkap Edwin.
Gaet Pusat Tangani Jalan Perkotaan Sendawar
Keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan nasional di kawasan Perkotaan Sendawar juga mendapat respons serius. Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Kubar telah melakukan asistensi desain teknis bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan guna mempercepat perbaikan pada 2027.
Penanganan koridor perkotaan hingga jalan penghubung antarwilayah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap melalui skema Kontrak Tahun Jamak (multiyears). Ruas prioritas tersebut antara lain:
- Rekonstruksi Jalan Simpang Linggang Bigung–Simpang Raya–Sumber Sari–Sekolaq Darat–Sekolaq Muliaq–Mentiwan.
- Rekonstruksi Jalan Barong Tongkok–Linggang Bigung serta Linggang Bigung–Tering Seberang.
- Rekonstruksi Jalan Linggang Purworejo–Linggang Kelubaq–Linggang Muara Mujan–Simpang Mahulu.
- Pembangunan jalan dan penanganan longsoran Jalan Bung Karno (Simpang Ombau–Juaq Asa–Linggang Amer–Mencelew).
Realisasi Bertahap Urat Nadi Pedalaman
Pembangunan jalan dan jembatan di 16 kecamatan sejatinya terus berjalan berkesinambungan. Sepanjang 2025, Pemkab Kubar telah merealisasikan penanganan jalan sepanjang 110 kilometer beserta tiga unit jembatan.
Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penanganan 101,5 kilometer jalan lingkungan dan antarkampung serta dua unit jembatan. Peningkatan kualitas konektivitas ini terbukti mendongkrak capaian Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Kubar dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025.
“Ketersediaan infrastruktur berkualitas berupa jalan, jembatan, dan sarana transportasi menentukan produktivitas serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, yang pada akhirnya mendongkrak daya saing daerah,” pungkas Frederick. (Adv)









