GI Bontang Lestari Segera Energize, Pasokan Listrik Bontang Diproyeksi Tembus 150 MVA

METROPOLIS39 Dilihat

Metroikn, Bontang – Pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari memasuki tahap akhir. PLN saat ini menjalankan pengujian commissioning fungsi dan sistem sebagai persiapan sebelum infrastruktur kelistrikan tersebut dioperasikan.

PLN menargetkan pengujian menuju energize GI Bontang Lestari dapat dilakukan pada Oktober 2026. Jika sesuai rencana, gardu induk ini akan menambah kapasitas pasokan listrik di Bontang sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bontang Selatan dan Kelurahan Bontang Lestari.

Manager PLN Unit Pelaksana Pembangunan Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3) Junaedi mengatakan pekerjaan pembangunan telah memasuki tahapan akhir.

“Pembangunan GI Bontang Lestari saat ini telah memasuki tahapan akhir. Kami terus menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan sekaligus memastikan kesiapan sistem melalui proses pengujian dan commissioning. Untuk proses pengujian menuju energize, kami rencanakan pada Oktober 2026,” ujar Junaedi.

Selain pekerjaan di gardu induk, seluruh tower pada jaringan transmisi terkait juga telah selesai dibangun. PLN kini berfokus menyelesaikan tahapan yang masih berjalan, termasuk pengujian sistem sebelum masuk tahap pengoperasian.

Junaedi mengatakan PLN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bontang dan instansi terkait selama penyelesaian proyek.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk menyelesaikan setiap tahapan yang masih berjalan. Harapannya, seluruh proses dapat berlangsung lancar sehingga target pengoperasian GI Bontang Lestari pada akhir tahun 2026 dapat tercapai,” tambahnya.

Dari sisi kapasitas, GI 150 kV Bontang Lestari memiliki kapasitas awal 60 MVA. Kapasitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri, terutama di Bontang Selatan dan Kelurahan Bontang Lestari.

Kehadiran GI tersebut akan menambah kapasitas pasokan listrik di wilayah Teluk Pandan yang saat ini sekitar 90 MVA. Dengan tambahan 60 MVA, kapasitas pasokan secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar 150 MVA.

Tambahan kapasitas itu diharapkan memperkuat keandalan dan kontinuitas pasokan listrik sekaligus mengantisipasi kebutuhan listrik dari aktivitas industri dan ekonomi di Bontang.

Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari penyelesaian proyek. Dalam audiensi di Kantor Wali Kota Bontang pada 1 September 2026, Pemerintah Kota Bontang menyatakan dukungannya terhadap pembangunan GI tersebut.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keberadaan GI Bontang Lestari diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perkembangan kawasan industri.

“Pemerintah Kota Bontang sangat mendukung pembangunan Gardu Induk 150 kV Bontang Lestari ini. Kami berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan kawasan industri di Kota Bontang,” ujar Neni.

Ia juga meminta koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah terus dilakukan selama proyek berjalan, terutama apabila terdapat persoalan yang perlu ditindaklanjuti di lapangan.

GI 150 kV Bontang Lestari merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunannya mencakup gardu induk beserta Incomer 2 Phi SUTT 150 kV Bontang Lestari–PLTU Kaltim 2 (FTP 2 Bontang).

Dengan pembangunan yang memasuki tahap akhir dan pengujian sistem yang terus berjalan, PLN menargetkan GI Bontang Lestari dapat mulai beroperasi pada akhir 2026 dan menambah daya dukung sistem kelistrikan bagi masyarakat serta kawasan industri Bontang.