Kadar Garam di Bawah 50 mg/L, Air Penepat Kembali Disalurkan untuk Warga Pontianak

KALBAR, Pontianak18 Dilihat

Metroikn, Pontianak – Kabar baik bagi warga yang membutuhkan air tawar. Kebocoran pipa dari sumber air baku Waduk Penepat telah diperbaiki sehingga produksi air tawar kembali berjalan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kadar garam air dari Penepat kini sudah berada di bawah 50 miligram per liter. Air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi dengan catatan dimasak terlebih dahulu.

“Produksi air tawar kini kembali berjalan. Kadar garamnya sudah di bawah 50 miligram per liter, artinya sudah sangat layak. Layak diminum, tetapi dimasak dulu,” ujar Edi saat berada di Perumda Tirta Khatulistiwa, Jumat (4/9/2026) sore, seperti dikutip ANTARA.

Edi mengatakan produksi air dari sumber baku Penepat akan terus dilakukan dan sebagian disiapkan sebagai cadangan untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Kita akan terus produksi air tawar dari sumber baku Penepat. Ini kita cadangkan kalau masyarakat ingin mengambil,” katanya.

Selain dari produksi Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, pasokan air juga didukung dari sumber air gunung dan Anjungan. Distribusinya melibatkan sejumlah pihak, termasuk armada pemadam kebakaran.

Sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk mengangkut dan menyalurkan air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Ada 10 mobil pemadam kebakaran yang akan mendistribusikan ke tempat-tempat masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk air tawar dan bersih,” jelas Edi.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan pihaknya saat ini memiliki cadangan air tawar sekitar 85 ribu liter. Cadangan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi apabila kembali terjadi gangguan pasokan dari Penepat.

Perumda juga memiliki air hasil pengolahan reverse osmosis (RO) dengan kapasitas sekitar 22 ribu liter per hari.

Sementara setelah Penepat kembali beroperasi, air yang masuk ke Perumda mencapai sekitar 100 liter per detik.

“Sekarang Penepat sudah jalan, kurang lebih 100 liter per detik yang masuk. Jadi kami harap armada-armada tangki bisa langsung mengisi di sini,” jelas Abdullah.

Untuk mempercepat distribusi, Perumda menyiapkan empat titik pengisian bagi armada tangki. Pengisian dipusatkan di Booster Imam Bonjol dan Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa sehingga armada dari berbagai pihak dapat mengambil air untuk kemudian disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.

Masyarakat juga dapat mengambil air secara langsung menggunakan jeriken atau galon. Saat ini terdapat dua titik pengambilan yang masih aktif, yakni di Booster Perumnas III dan Imam Bonjol.

“Untuk tangki kita pusatkan di Imam Bonjol. Nanti armada-armada yang ada bisa mengambil air di sana, kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan di Kota Pontianak,” jelas Abdullah.

Air tawar tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk keperluan konsumsi dan memasak.

Abdullah mengatakan produksi dari Waduk Penepat belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan air tawar Kota Pontianak karena masih dipengaruhi kondisi pasang surut.

Meski produksi air tawar telah kembali berjalan, masyarakat tetap disarankan merebus air sebelum dikonsumsi.

“Kita harapkan air ini air tawar dan bisa dikonsumsi, tetapi dengan saran dimasak terlebih dahulu,” kata dia.