Kelola Sampah dari Rumah, PLN Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga di Balikpapan Selatan

METROPOLIS82 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menggulirkan program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pengelolaan sampah rumah tangga dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kecamatan Balikpapan Selatan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Balikpapan dan menyasar tujuh kelurahan di Balikpapan Selatan, yakni Gunung Bahagia, Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, dan Sungai Nangka.

Sebagai langkah awal, PLN menggelar sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan sekaligus menyerahkan bantuan komposter ember susun secara simbolis kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan.

Komposter tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk mengolah sampah organik rumah tangga sehingga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan kompos yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan rumah.

Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, I Made Gita Prawira, mengatakan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan merupakan dua persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Pengelolaan sampah dan ketahanan pangan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui program ini, PLN berharap tercipta kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Menurut Made, perempuan menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut karena memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga sekaligus mampu menggerakkan perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan kelompok-kelompok masyarakat yang mampu menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan,” katanya.

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menegaskan bahwa program TJSL tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi PLN, komitmen tidak hanya berkaitan dengan keandalan pasokan listrik, tetapi juga bagaimana kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ke depan, program tersebut akan dilanjutkan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga serta memanfaatkan lahan pekarangan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

PLN berharap langkah tersebut dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga di lingkungan masyarakat.