Bangun Infrastruktur Listrik Berkelanjutan, PLN Gandeng SUCOFINDO dan Hatfield Indonesia

METROPOLIS90 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menandatangani dua kontrak strategis sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan sesuai regulasi lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Penandatanganan dilakukan di Kantor PLN UIP KLT, Balikpapan, Senin (6/7/2026), dan dihadiri General Manager PLN UIP KLT Dewanto bersama jajaran, perwakilan PT SUCOFINDO (Persero), serta konsorsium PT Hatfield Indonesia–PT Kwarsa Hexagon.

Kontrak pertama berkaitan dengan jasa perencanaan penanaman rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 92 hektare bersama PT SUCOFINDO (Persero).

Program tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) pada pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Tanah Grogot–GI Sei Durian, GI 150 kV Sei Durian, dan SUTT 150 kV Sei Durian–Tarjun di Kalimantan Selatan.

Rehabilitasi DAS merupakan kewajiban setiap pemegang izin penggunaan kawasan hutan sebagai bentuk pemulihan fungsi ekosistem yang terdampak kegiatan pembangunan. Melalui perencanaan yang tepat, program rehabilitasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi hidrologis, menjaga kesuburan tanah, serta mempertahankan keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, kontrak kedua mencakup penyusunan kajian Environmental and Social Due Diligence (ESDD) serta Supplemental Biodiversity Impact Assessment (SBIA) yang dikerjakan bersama konsorsium PT Hatfield Indonesia–PT Kwarsa Hexagon.

Kajian ESDD bertujuan mengidentifikasi potensi risiko lingkungan dan sosial dari pembangunan infrastruktur kelistrikan. Adapun SBIA difokuskan pada pemetaan dampak terhadap keanekaragaman hayati sekaligus penyusunan langkah mitigasi yang diperlukan selama proyek berlangsung.

General Manager PLN UIP KLT Dewanto mengatakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus direncanakan secara matang dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial, dan keanekaragaman hayati. Kami ingin memastikan setiap tahapan memiliki pengelolaan risiko yang baik serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan mitra yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan diharapkan menghasilkan kajian yang komprehensif dan dapat diterapkan secara efektif selama pelaksanaan proyek.

Melalui dua kerja sama tersebut, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya membangun infrastruktur kelistrikan yang tidak hanya mendukung keandalan pasokan listrik, tetapi juga selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan di Kalimantan.