Tak Tertampung di Negeri, Siswa Balikpapan Langsung Ditampung 15 SMP Swasta Gratis

PENDIDIKAN473 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperluas kerja sama dengan 15 SMP swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Skema ini disiapkan untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal pendidikan.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan jumlah sekolah mitra tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami bekerja sama dengan 13 sekolah dengan kapasitas sekitar 1.100 siswa. Tahun ini bertambah menjadi 15 sekolah dengan kapasitas sekitar 1.300 siswa,” ujarnya.

Irfan menegaskan, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akan langsung diarahkan ke sekolah swasta mitra tanpa biaya tambahan.

“Kalau tidak diterima di sekolah negeri, akan diarahkan ke sekolah swasta mitra dan tidak dipungut biaya. Jadi setara, tidak ada pembayaran lagi sama sekali,” tegasnya.

15 SMP Swasta Jadi Mitra Pemkot

Adapun sekolah yang masuk dalam skema kerja sama ini yakni SMP PGRI 4 Balikpapan, SMP Plus Nurul Khaerat, SMP Wiyata Mandhala, SMP PGRI 7, SMP Al Ula, SMPIT As’Sadiyah Manuntung, MTs Ibnu Khaldun, SMP PGRI 2, SMP Sabilal Muhtadin, MTs Sabilal Muhtadin, SMP YPI, SMP Sinar Pancasila, SMP Al Hassan, SMPIT Al Azhar Prona, dan SMP PJHI.

Seluruh sekolah tersebut sudah terintegrasi dalam sistem pendaftaran online SPMB 2026 sebagai pilihan resmi bagi calon peserta didik.

Salah satu sekolah mitra, SMP PGRI 4 Balikpapan yang berlokasi di Jalan Intrakila RT 24 Nomor 76, Balikpapan Utara, juga sudah masuk dalam sistem tersebut.

“Semua masuk di sistem online. Jadi peserta wajib memilih salah satu sekolah swasta yang tersedia bila tidak tertampung di negeri,” jelas Irfan.

Ia menyebutkan, skema kerja sama ini juga disertai ketentuan biaya pendidikan yang telah disepakati bersama sekolah mitra.

“Syaratnya uang pangkal Rp1,5 juta per anak dan SPP sekitar Rp150 ribu per bulan,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah sekolah bahkan mengalami peningkatan kapasitas setelah masuk dalam program ini. SMP Wiyata Mandhala yang sebelumnya hanya satu kelas kini menjadi tiga kelas, sementara SMP PGRI 4 Balikpapan mampu menampung hingga delapan rombongan belajar.

Disdikbud menilai skema ini menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, sekaligus memastikan semua anak tetap mendapatkan hak pendidikan.

“Intinya kita ingin memastikan semua anak tetap sekolah. Ini bagian dari solusi karena kita tidak mungkin membangun sekolah dalam jumlah besar dalam waktu singkat,” katanya.

Selain memperluas akses, kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah swasta mitra, termasuk penguatan tenaga pendidik dan sistem pembelajaran.