Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memanfaatkan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Upacara yang digelar pada peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang juga membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Dalam amanatnya, Rahmad menekankan bahwa tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan konkret untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut peringatan ini sebagai momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional.
“Hardiknas bukan seremoni tahunan. Ini momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan pemerataan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter.
Hal ini, menurutnya, sejalan dengan amanat konstitusi dan regulasi nasional terkait sistem pendidikan.
Sementara itu, melalui sambutan menteri yang dibacakannya, disampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini telah bergeser. Jika sebelumnya fokus utama adalah pemerataan akses, kini perhatian juga diarahkan pada peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman.
Pemerintah pun menetapkan lima kebijakan strategis, di antaranya pembangunan dan revitalisasi fasilitas pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penciptaan lingkungan sekolah yang inklusif, serta penguatan literasi dan numerasi berbasis STEM.
Program peningkatan kualitas guru menjadi salah satu fokus utama, termasuk pemberian beasiswa bagi tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi akademik.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau ratusan ribu guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan dukungan bantuan biaya pendidikan setiap semester.
Rahmad menilai, keberhasilan berbagai kebijakan tersebut sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankannya. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir, ketangguhan mental, serta kejelasan misi sebagai fondasi utama dalam memajukan pendidikan.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan program, tetapi tiga hal utama: mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa itu, semua hanya akan berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik. Sekolah, menurutnya, harus mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat hubungan sosial di masyarakat.
Di akhir kegiatan, Rahmad mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Upaya tersebut dinilai sebagai tanggung jawab kolektif dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)









