Metroikn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda resmi membuka ruang bagi pengembangan usaha kafe di kawasan Teras Samarinda. Kebijakan ini tidak hanya dimaksudkan untuk menghidupkan aktivitas ruang publik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kawasan yang kini dikelola oleh Varia Niaga melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah itu tetap berada dalam koridor pengawasan ketat, termasuk kewajiban kontribusi terhadap kas daerah sesuai perjanjian yang telah disepakati.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa pola pengelolaan tersebut berjalan sesuai kesepakatan awal antara pemerintah dan pihak pengelola.
“Pengelolaan kawasan dilaksanakan oleh Varia Niaga melalui perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah, dan di dalamnya terdapat ketentuan mengenai kontribusi terhadap PAD,” ujar Marnabas, Rabu (29/4/2026).
Meski membuka peluang bagi aktivitas usaha, pemerintah tetap memberi batasan agar fungsi utama Teras Samarinda sebagai ruang publik dan area parkir tidak terganggu. Aktivitas kafe diperbolehkan selama tetap mengikuti aturan penataan kawasan yang telah ditetapkan.
“Kami memberikan kesempatan bagi usaha kafe untuk beroperasi, namun tetap dalam pengawasan. Penataan harus tertib agar fungsi utama kawasan berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot menilai kehadiran sektor kuliner dan aktivitas pendukung lainnya justru menjadi penggerak baru bagi kawasan tersebut agar tetap hidup dan tidak monoton.
Menurut Marnabas, Teras Samarinda tidak cukup hanya berfungsi sebagai ruang terbuka, tetapi juga perlu memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata perkotaan yang berkelanjutan.
“Kawasan ini harus terus menghadirkan inovasi dan pembaruan. Kalau tidak ada hal baru, minat masyarakat untuk datang tentu bisa menurun,” katanya.
Dengan meningkatnya aktivitas dan kunjungan masyarakat, pemerintah juga memproyeksikan adanya dampak positif terhadap pendapatan daerah, terutama dari sektor retribusi parkir dan perputaran ekonomi di sekitar kawasan.









