Green Growth di IEE Series 2026: Tambang Tak Lagi Hanya Soal Ekstraksi, tapi Juga Keberlanjutan dan SDM

METROPOLIS36 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Isu keberlanjutan di sektor pertambangan kini berkembang jauh lebih luas. Tidak lagi hanya soal menekan emisi, industri mulai bergerak ke arah transformasi menyeluruh yang mencakup efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan sumber daya manusia.

Pandangan itu mengemuka dalam seminar bertajuk Green Growth: Pioneering Sustainable Heavy Equipment Solutions for East Indonesia Future yang digelar pada hari ketiga Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026, Jumat (12/6). Managing Director PT Bima Nusa Internasional, Annisa Maharani, hadir sebagai keynote speaker.

Annisa menegaskan, keberlanjutan di industri tambang tidak bisa lagi dipahami secara sempit hanya sebagai agenda dekarbonisasi. Menurutnya, transformasi yang terjadi harus berjalan lebih menyeluruh agar benar-benar berdampak pada sistem industri.

“Kalau kita bicara tambang batubara, banyak orang melihatnya hanya sebagai aktivitas ekstraksi dari bumi. Padahal yang paling penting adalah bagaimana proses itu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai, pendekatan beyond decarbonization menjadi semakin relevan karena transisi industri tidak akan efektif jika hanya berfokus pada teknologi, tanpa diiringi peningkatan kapasitas manusia di dalamnya.

“Kalau hanya bicara dekarbonisasi atau teknologi tanpa pengembangan SDM, rasanya masih kurang lengkap,” kata Annisa.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti perubahan besar yang tengah terjadi di sektor tambang dengan semakin kuatnya penerapan prinsip ESG (environmental, social, and governance). Industri, kata dia, kini tidak hanya dituntut menjaga produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan peran sosial perusahaan.

Annisa menekankan, transisi menuju industri hijau tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut harus berjalan bertahap agar tidak mengganggu operasional di lapangan.

“Transformasi ini bukan disruption, tapi transition. Harus bertahap karena menyangkut infrastruktur, biaya, dan kesiapan manusia di lapangan,” ujarnya.

Selain teknologi, penguatan SDM juga menjadi perhatian utama, termasuk melalui pengembangan operator dan mekanik lokal agar transformasi industri berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian IEE Series Balikpapan 2026 yang menyoroti masa depan industri energi, pertambangan, dan konstruksi di Indonesia, khususnya dalam mendorong pertumbuhan hijau di kawasan Indonesia Timur.