Enam Rute Perintis Dibuka, UPBU APT Pranoto Perkuat Akses Wilayah 3T di Kaltim

KALTIM983 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Upaya memperluas konektivitas udara di Kalimantan Timur terus dilakukan pemerintah melalui pengoperasian penerbangan perintis. Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto kini melayani enam rute perintis yang menyasar wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Kepala BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menyampaikan bahwa penerbangan perintis menjadi solusi transportasi bagi daerah yang belum terjangkau layanan penerbangan komersial reguler akibat keterbatasan infrastruktur.

“Penerbangan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T tetap terhubung. Saat ini terdapat enam rute yang kami jalankan,” kata Kadek.

Enam rute tersebut mencakup penerbangan dari Samarinda menuju Datah Dawai, Muara Wahau, Maratua, dan Long Apung. Selain itu, tersedia pula dua rute penghubung, yakni Maratua–Berau serta Datah Dawai–Melak, yang memperkuat mobilitas antardaerah.

Kadek menambahkan, pembukaan rute perintis telah melalui proses pengkajian bersama pemerintah daerah. Penilaian dilakukan terhadap kesiapan bandara, fasilitas pendukung, serta aspek keselamatan penerbangan di masing-masing wilayah.

Dari sisi jadwal, frekuensi penerbangan ditetapkan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Rute Samarinda–Long Apung dan Samarinda–Datah Dawai yang memiliki permintaan tinggi dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute dengan jumlah penumpang lebih terbatas, seperti Maratua–Berau, dilayani satu kali penerbangan setiap minggu.

Seluruh penerbangan perintis tersebut menggunakan pesawat Grand Caravan C208B berkapasitas 12 penumpang. Penumpang juga mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis hingga 10 kilogram serta bagasi kabin seberat 5 kilogram.

Untuk memudahkan masyarakat, pembelian tiket dapat dilakukan langsung di loket bandara atau melalui pemesanan via telepon kepada petugas setempat. Pola ini diterapkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah 3T.