Data Penduduk IKN Rampung, Separuh Penduduk Nusantara Didominasi Generasi Z dan Milenial

IKN21 Dilihat

metroikn, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menerima hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) Tahun 2025 yang dilaksanakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Data kependudukan tersebut menjadi pijakan utama dalam perencanaan dan pengendalian pembangunan Nusantara sebagai kota masa depan berbasis data.

Penyerahan produk kerja sama PPIKN 2025 dilakukan di Kantor BPS RI, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025). Pendataan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Otorita IKN dan BPS terkait penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik.

Pelaksanaan PPIKN 2025 dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan 856 petugas lapangan, sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar wilayah IKN. Proses pendataan berlangsung bertahap, dimulai dari persiapan dan pelatihan pada Mei–Juni 2025, pendataan lapangan pada 1 Juli hingga 15 Agustus 2025, serta pengolahan dan evaluasi data pada Juli–November 2025. Hasil akhirnya disampaikan pada Desember 2025.

Berdasarkan pendataan tersebut, jumlah penduduk IKN tercatat sebanyak 147.427 jiwa yang tersebar dalam 43.293 rumah tangga. Kepadatan penduduk tertinggi tercatat di Desa Samboja Kuala, Muara Jawa Ulu, Muara Jawa Pesisir, dan Telemow.

Dari sisi demografi, struktur penduduk IKN didominasi usia produktif 15–64 tahun. Rasio ketergantungan berada pada angka 47,25, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47 penduduk usia nonproduktif. Komposisi usia juga menunjukkan hampir separuh penduduk IKN berasal dari kelompok Generasi Z dan Milenial, yang menjadi potensi bonus demografi bagi pembangunan jangka panjang.

PPIKN 2025 turut menghasilkan data komprehensif terkait fertilitas, mortalitas, migrasi, pendidikan, bahasa, serta kondisi perumahan. Seluruh data dilengkapi metadata dan geotag lokasi rumah tangga, sehingga memungkinkan perencanaan intervensi pembangunan yang lebih presisi, termasuk penyediaan hunian layak, layanan dasar, serta perlindungan kelompok rentan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut pendataan ini menjadi fondasi penting pembangunan Nusantara yang berbasis pada data faktual.

Ia menegaskan bahwa PPIKN bukan sekadar survei, melainkan pencatatan penduduk secara menyeluruh, sehingga seluruh warga yang bermukim di wilayah IKN tercatat dalam sistem data kependudukan.

Dengan rampungnya PPIKN 2025, Otorita IKN memastikan seluruh proses pembangunan Nusantara ke depan bertumpu pada data yang akurat dan mutakhir, guna mewujudkan kota yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.