PAD Teras Samarinda Baru Rp500 Juta, DPRD Minta Pengelolaan Kawasan Lebih Agresif

DPRD Samarinda26 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Kontribusi Teras Samarinda terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Hingga tahun anggaran 2025, kawasan yang digadang sebagai salah satu destinasi unggulan kota itu tercatat baru menyumbang sekitar Rp500 juta ke kas daerah.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai angka tersebut masih jauh dari potensi ekonomi yang dimiliki kawasan tepian Sungai Mahakam tersebut. Menurutnya, dengan tingginya aktivitas masyarakat dan berbagai agenda yang rutin digelar, Teras Samarinda seharusnya mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendapatan daerah.

“Kalau prospeknya bagus dan pengelolaannya berjalan optimal, tentu akan berdampak pada peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi di Samarinda,” ujar Helmi.

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan yang dijalankan Perumda Varia Niaga. DPRD menilai pengembangan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan fungsi ruang publik, tetapi juga harus mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Menurut Helmi, seluruh fasilitas dan ruang usaha yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal agar mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi daerah.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, menjelaskan capaian PAD yang masih terbatas tidak terlepas dari kondisi awal pengelolaan kawasan. Pada masa-masa awal operasional, pihaknya belum memiliki keleluasaan untuk mengembangkan seluruh potensi usaha yang ada.

Ia menyebut sumber pemasukan saat itu hampir sepenuhnya bergantung pada sektor parkir karena jumlah kunjungan masyarakat masih relatif rendah.

“Kami belum bisa menjalankan fungsi bisnis secara penuh di awal. Pendapatan hanya dari parkir dan pengunjung juga belum ramai,” katanya.

Perubahan mulai terlihat setelah dilakukan optimalisasi kawasan pada pertengahan 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan berbagai ruang aktivitas baru yang mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan memperluas kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.

Meski demikian, Syamsuddin mengakui sebagian besar pendapatan yang diperoleh masih digunakan untuk menutup biaya operasional dan kerugian pada fase awal pengelolaan. Karena itu, kontribusi langsung yang masuk ke PAD saat ini masih didominasi dari sektor perparkiran.

“Untuk keseluruhan Teras, pendapatan yang ada masih kami gunakan untuk menutup kerugian awal. Yang langsung masuk PAD baru dari parkir,” ujarnya.

Menurutnya, Teras Samarinda memiliki karakter berbeda dibanding unit usaha daerah lainnya karena berfungsi sebagai ruang publik yang membutuhkan proses untuk membangun ekosistem ekonomi. Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat dan aktivitas usaha di dalam kawasan, pengelola optimistis kontribusi terhadap PAD akan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

DPRD pun berharap pembenahan strategi bisnis dan pengelolaan kawasan dapat segera dilakukan sehingga potensi ekonomi Teras Samarinda tidak hanya ramai dikunjungi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang lebih signifikan.