Usai Hujan, Debu Turun di Sejumlah Wilayah Balikpapan, Ini Penjelasan Pertamina

METROPOLIS43 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Warga Balikpapan dibuat heboh dengan munculnya fenomena yang disebut sebagai “hujan debu” pada Senin (23/6/2026). Fenomena tersebut dilaporkan terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah kawasan kota, terutama di wilayah Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara.

Partikel menyerupai debu terlihat menempel di kendaraan, halaman rumah, hingga sejumlah fasilitas warga. Kondisi itu kemudian memicu berbagai pertanyaan di masyarakat mengenai asal-usul material yang turun bersama hujan tersebut.

Perbincangan mengenai fenomena itu pun ramai di media sosial. Salah satunya diunggah akun Threads @tomihandr yang menulis, “Balikpapan hujan pasir, tapi di daerah yang dekat sama kilang Pertamina aja, kenapa yah?? Bahaya gak sih hujan debu/pasir itu?”

Unggahan tersebut mendapat berbagai respons dari warganet yang mengaku menemukan kondisi serupa di sejumlah titik Kota Balikpapan.

Menanggapi laporan masyarakat, PT Kilang Pertamina Balikpapan menyatakan telah menerima informasi terkait adanya sebaran partikel debu di area permukiman dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan perusahaan saat ini tengah memasuki tahapan pengoperasian awal proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru.

“Sehubungan dengan adanya laporan masyarakat terkait informasi mengenai sebaran partikel debu di area permukiman di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah dan Utara, kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, perusahaan terus berkoordinasi dengan kelurahan, masyarakat setempat, serta instansi terkait untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan perusahaan, karakteristik material yang dilaporkan warga disebut masih berada dalam kategori aman.

“Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap indikasi debu yang dilaporkan, dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, Pertamina menyebut proses pemantauan dan kajian lanjutan masih terus dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan serta mengetahui lebih rinci sumber material yang dilaporkan masyarakat.

Perusahaan juga memastikan perkembangan hasil evaluasi akan terus disampaikan kepada instansi terkait sesuai hasil pemantauan yang dilakukan.

Bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan maupun keluhan, Pertamina meminta agar informasi disampaikan melalui kelurahan setempat yang telah menjadi jalur koordinasi resmi antara perusahaan dan warga.

Sementara itu, fenomena hujan debu tersebut masih menjadi perhatian warga Balikpapan. Sejumlah masyarakat berharap hasil pemeriksaan dapat segera diumumkan sehingga memberikan kepastian mengenai sumber partikel yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.