PLN Kawal Proyek GI Satui, Tambahan Trafo 30 MVA Dikebut

METROPOLIS44 Dilihat

Metroikn, Tanah Bumbu – Upaya memperkuat pasokan listrik di wilayah Satui terus dikebut. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) turun langsung ke lapangan untuk memastikan proyek penambahan Trafo 30 MVA di Gardu Induk (GI) 150 kV Satui berjalan sesuai rencana.

Kehadiran pimpinan di lokasi proyek bukan sekadar formalitas. Peninjauan ini menjadi cara PLN memastikan progres konstruksi tetap berada di jalur yang tepat, sekaligus mengecek kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan serta standar keselamatan dan kualitas yang diterapkan di lapangan.

Proyek ini sendiri menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan. Penambahan satu trafo bay dan trafo 30 MVA di GI Satui dirancang untuk meningkatkan kapasitas, menjaga stabilitas tegangan, serta memberi fleksibilitas lebih pada sistem operasi jaringan.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, pasokan listrik di Satui dan sekitarnya diharapkan semakin stabil, mampu menjawab kebutuhan yang terus meningkat, baik dari rumah tangga, sektor bisnis, hingga industri yang terus tumbuh.

General Manager PLN UIP KLT menegaskan bahwa pengawasan langsung menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas proyek tetap sesuai standar.

“Kami ingin memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi mutu, waktu, biaya maupun keselamatan kerja,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek ini juga dipandang sebagai bagian dari dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan sistem yang semakin andal, aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih optimal dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, PLN UIP KLT menjalankan proses pembangunan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, pengadaan lahan, konstruksi, pengujian, hingga tahap pemberian tegangan dan pengoperasian. Tidak hanya gardu induk, pembangunan juga mencakup jaringan transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan pusat beban, serta pengembangan pembangkit listrik di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Dengan pengawalan langsung di lapangan, proyek ini ditargetkan rampung sesuai jadwal dan segera memberi dampak nyata terhadap keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.