Pertamina Patra Niaga Bantu Korban Kebakaran Klandasan Ulu, 18 Warga Terdampak

METROPOLIS25 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak kebakaran di RT 29 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (26/5/2026).

Bantuan tersebut diberikan menyusul kebakaran yang terjadi pada 23 Mei 2026 dan menghanguskan lima unit rumah di kawasan permukiman padat penduduk. Peristiwa itu berdampak langsung kepada empat kepala keluarga dengan total 18 jiwa.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi bersama pihak kelurahan, pengurus RT, Bhabinkamtibmas, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat. Seluruh bantuan diserahkan melalui Posko RT 29 Kelurahan Klandasan Ulu.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, teh kotak, kopi, gula, margarin, mi telur, susu kental manis, kecap, hingga minyak goreng untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan keterlibatan Pertamina dalam penanganan bencana menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Kehadiran Pertamina dalam penanganan situasi bencana merupakan upaya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai stakeholder. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban terdampak diharapkan dapat membantu proses pemulihan pascakebakaran,” ujar Dodi.

Di sisi lain, pihak kelurahan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina dalam membantu warga terdampak kebakaran.

“Kami mewakili pihak kelurahan dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pertamina. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk kembali pulih dan bangkit dari kondisi yang sedang dialami,” ungkap Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji.

Program bantuan tersebut menjadi bagian dari Pertamina Peduli yang dijalankan perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan kondisi darurat dan pemulihan masyarakat pascabencana.

Selain mendukung kebutuhan dasar warga, kegiatan itu juga disebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui penguatan ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.