Percepat Interkoneksi Kaltim–Kaltara, PLN UIP KLT Wujudkan Misi Energi Berdaulat di Hari Kesaktian Pancasila

METROPOLIS156 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN — Dalam semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mempercepat penyelesaian proyek interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim–Kaltara). Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk mewujudkan Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat melalui penguatan jaringan kelistrikan lintas provinsi khususnya di tanah Borneo.

Proyek interkoneksi tersebut mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Maloy – GI Talisayan – GI Tanjung Redeb – GI Tanjung Selor – GI Tidang Pale – GI Malinau. Sistem ini akan mengintegrasikan dua provinsi penting di Kalimantan. Dalam satu jaringan kelistrikan yang andal, efisien, dan saling menopang.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo mengatakan, proyek interkoneksi ini menjadi simbol nyata semangat persatuan bangsa untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Interkoneksi Kaltim–Kaltara bukan hanya proyek teknis, melainkan wujud semangat Pancasila — persatuan dalam menyalakan Indonesia. Dengan sistem yang saling terhubung, pasokan listrik akan lebih andal dan berkeadilan, sehingga ekonomi daerah tumbuh dan industri berkembang,” ujarnya.

Peninjauan langsung terhadap progres proyek dilakukan Basuki bersama jajaran manajemen PLN di sepanjang jalur Malinau (Kalimantan Utara) hingga Maloy (Kalimantan Timur) pada awal Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target, baik dari sisi teknis, mutu, maupun keselamatan kerja.

Manajer UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng melaporkan, segmen GI Talisayan – GI Tanjung Redeb saat ini telah memasuki tahap penarikan konduktor. Sementara jalur GI Tanjung Redeb – GI Tidang Pale telah rampung dan siap diuji.

“Proses penarikan kabel di medan berbukit membutuhkan ketelitian tinggi. Kami memperkuat pengawasan teknis dan keselamatan kerja agar seluruh tahapan berlangsung sempurna,” kata Jefry.

Sementara itu, Manajer UPP KLT 3, Junaedi menambahkan, bahwa jalur GI Maloy – GI Talisayan menunjukkan progres positif dengan sebagian besar menara siap digunakan. “Kualitas dan ketelitian kami utamakan menjadi prioritas agar sistem dapat beroperasi penuh secara andal,” ujarnya.

Dengan begitu, ketika proyek interkoneksi selesai beroperasi, sistem kelistrikan Kalimantan akan terintegrasi dalam jaringan tunggal yang kokoh dan stabil. Kondisi ini akan memperkuat keandalan pasokan listrik lintas wilayah, menekan risiko gangguan, serta membuka peluang besar bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah utara Kalimantan yang kaya potensi tenaga air, biomassa, dan surya.

Basuki menegaskan, langkah ini sejalan dengan misi besar PLN menghadirkan Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat. “Melalui proyek ini, kami ingin memastikan bahwa energi yang dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Indonesia yang lebih tangguh dan berdaulat,” tegasnya.

Selain interkoneksi Kaltim–Kaltara, PLN UIP KLT juga mempercepat berbagai proyek strategis lainnya di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, termasuk pembangunan gardu induk, transmisi, dan pembangkit listrik baru. Seluruh proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan energi di wilayah timur Indonesia. (*)