Operasi SAR Hari Kedua Belum Berhasil, Korban Hanyut di Muara Wahau Masih Dicari

Kutim26 Dilihat

Metroikn, Kutai Timur – Operasi pencarian terhadap Rifki (23), pemuda yang dilaporkan terseret arus Sungai Melenyu 2 di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, masih belum membuahkan hasil. Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (2/6/2026), Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban.

Korban yang merupakan warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA saat berenang bersama sejumlah rekannya di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau.

Saat itu korban dan rekan-rekannya menyeberangi sungai menuju lokasi tenda. Namun ketika hendak kembali, korban diduga terseret derasnya arus sungai.

Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun kuatnya arus membuat korban hilang dan tidak berhasil diselamatkan.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan menggelar briefing pada pukul 07.00 WITA sebelum melanjutkan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Tim melakukan penyisiran sejauh kurang lebih dua kilometer dari lokasi kejadian dengan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan SAR.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, Tim Rescue PT DSN Group, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Sejumlah peralatan juga diterjunkan untuk mendukung pencarian, mulai dari Rescue Car, Rubber Boat, perahu ketinting, peralatan selam, perangkat komunikasi hingga perlengkapan medis.

Meski pencarian dilakukan sepanjang hari, korban masih belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 18.00 WITA dan memutuskan melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya.

Seluruh personel sementara beristirahat dan berposko di Mess PT DSN sebagai persiapan menghadapi operasi hari ketiga.

Derasnya arus Sungai Melenyu menjadi kendala utama yang dihadapi tim di lapangan. Kondisi tersebut menyulitkan proses penyisiran di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Meski demikian, cuaca cerah yang terjadi sepanjang hari cukup membantu pelaksanaan operasi pencarian.

Tim SAR Gabungan berencana memperluas area pencarian pada Rabu (3/6/2026) dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat proses pencarian korban.