IKN Tak Pernah Berhenti, Otorita Ajak Anak Muda Lawan Hoaks dan Kawal Pembangunan

IKN28 Dilihat

Metroikn, Jakarta – Diskusi soal masa depan Ibu Kota Nusantara tak lagi sekadar wacana. Dalam forum bertajuk IKN Youth Forum di Jakarta, suara generasi muda berhadapan langsung dengan penjelasan resmi pemerintah soal progres, arah pembangunan, hingga isu krusial seperti pendidikan dan lingkungan.

Di hadapan peserta, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan satu hal yang kerap dipertanyakan publik pembangunan IKN tidak pernah berhenti.

“Perlu saya tegaskan, pembangunan IKN terus berjalan. Tidak pernah ada pernyataan resmi bahwa pembangunan ditunda, diperlambat, atau dihentikan. Semua sudah diatur dalam undang-undang dan diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan nasional, termasuk IKN,” ujarnya dalam forum yang digelar Kamis (30/4/2026).

Pernyataan itu sekaligus menjadi respons atas derasnya arus informasi yang dinilai tidak sepenuhnya akurat. Troy bahkan secara terbuka mengajak generasi muda ikut menjadi penjernih informasi.

“Kami selalu menyampaikan kepada siapa pun yang berkunjung ke IKN atau berdiskusi tentang IKN sampaikanlah informasi yang benar. Karena kami banyak menghadapi informasi yang dipelintir, disinformasi, bahkan hoaks. Namun dengan dukungan teman-teman, media, pemangku kepentingan, dan terutama generasi muda, kami sangat terbantu dalam menyampaikan informasi yang benar melalui media sosial,” katanya.

Di sisi pembangunan fisik, progres disebut terus bergerak. Kawasan eksekutif mulai dari Istana Presiden hingga Kantor Presiden telah dibangun, sementara tahap berikutnya akan menyasar kawasan legislatif dan yudikatif sebagai penguatan sistem trias politika di ibu kota baru.

Namun IKN, menurut Troy, bukan sekadar proyek beton dan infrastruktur. Ia menekankan bahwa proyek ini adalah fondasi peradaban baru Indonesia menuju 2045.

“Pada 2045, saat Indonesia mencapai masa emas, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan menjadi pengelola IKN. IKN bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi peradaban baru Indonesia,” ungkapnya.

Arah pembangunan juga diposisikan sebagai strategi pemerataan ekonomi nasional. Kawasan ini didorong menjadi pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa, khususnya di Kalimantan Timur.

Di luar pembangunan fisik, perhatian juga diarahkan pada kualitas sumber daya manusia. Otorita IKN menggandeng berbagai pihak, termasuk program INOVASI hasil kolaborasi dengan Pemerintah Australia, untuk memperkuat pendidikan dasar terutama pada aspek literasi, numerasi, dan karakter.

“Jadi, kita tidak berhenti pada pembangunan fisik, pembangunan manusianya juga kita lakukan,” tegas Troy.

Rencana jangka panjang bahkan telah disusun, termasuk penerapan wajib belajar 13 tahun di kawasan IKN yang mencakup pendidikan pra-sekolah.

Forum ini juga memunculkan pertanyaan kritis dari peserta, salah satunya terkait perlindungan satwa endemik seperti orangutan. Menanggapi hal itu, Troy menegaskan komitmen lingkungan tetap menjadi prioritas.

“Kami sangat melindungi lingkungan hidup, termasuk soal satwa. Jadi tidak usah khawatir, komitmen kami sangat tinggi untuk satwa-satwa,” ujarnya.

Otorita IKN diketahui bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation dan Yayasan Arsari dalam berbagai upaya konservasi mulai dari reforestasi, rewilding, hingga pembangunan jembatan satwa untuk menjaga konektivitas habitat.

Tak hanya soal lingkungan, isu lain seperti pemindahan pemerintahan hingga target zero waste juga menjadi perhatian peserta. Diskusi ini menegaskan bahwa generasi muda tidak lagi sekadar penonton, tetapi mulai mengambil peran sebagai pengawal arah pembangunan nasional.