IKK Balikpapan Masih 122,6, Konsumen Tetap Optimistis Meski Harga BBM Naik

EKOBIS38 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi belum banyak menggerus keyakinan masyarakat Balikpapan terhadap kondisi ekonomi.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Balikpapan menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sepanjang triwulan III 2026 masih berada di zona optimistis dengan rata-rata 122,6.

Angka tersebut memang sedikit turun dibandingkan rata-rata IKK pada triwulan II 2026 yang mencapai 123,7. Namun, indeks yang masih jauh di atas level 100 menunjukkan konsumen Balikpapan tetap melihat kondisi ekonomi secara positif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan optimisme tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki keyakinan terhadap kondisi ekonomi, meski terdapat sejumlah tekanan terhadap pendapatan saat ini.

“Kalau kita lihat dari hasil survei, keyakinan konsumen di Balikpapan masih tetap kuat. Memang ada sedikit penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, tetapi indeksnya masih berada di level optimistis,” kata Robi Ariadi.

Menurut Robi, optimisme tersebut salah satunya ditopang oleh ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang yang justru mengalami peningkatan.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada triwulan III 2026 tercatat rata-rata 132,9, naik dari 132,1 pada triwulan sebelumnya.

“Yang menarik, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan justru semakin menguat. Ini menunjukkan masyarakat masih melihat adanya peluang perbaikan aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Ekspektasi tersebut ditopang tiga komponen utama. Indeks ekspektasi kegiatan usaha tercatat 121,3, indeks ekspektasi penghasilan 140,7 dan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja mencapai 136,7.

Sementara itu, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini juga masih berada di zona optimistis. Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) pada triwulan III tercatat rata-rata 112,3, meski turun dari 115,2 pada triwulan sebelumnya.

IKE tersebut ditopang oleh indeks penghasilan saat ini sebesar 125,3, indeks ketersediaan lapangan kerja 107,7 dan indeks pembelian barang tahan lama sebesar 104.

Robi mengatakan masih kuatnya keyakinan konsumen terhadap lapangan kerja antara lain terlihat dari bertambahnya aktivitas usaha di sejumlah kawasan Balikpapan.

“Pertumbuhan gerai ritel modern, franchise, coffee shop, restoran dan berbagai kegiatan usaha baru turut memberikan persepsi positif masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja,” katanya.

Hal serupa terlihat pada pembelian barang tahan lama. Konsumen masih menunjukkan minat terhadap pembelian emas dan perhiasan, kendaraan bermotor, serta pembaruan peralatan elektronik dan perabot rumah tangga.

Meski demikian, survei juga menangkap sejumlah tekanan yang mulai dirasakan masyarakat.

Berkurangnya jam kerja atau lembur, tertahannya omzet pada sejumlah jenis usaha dan dampak efisiensi menjadi faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penghasilan saat ini.

Kondisi tersebut membuat indeks penghasilan saat ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan masih terjaga. Selain aktivitas usaha baru, pembangunan berbagai kawasan komersial juga menjadi salah satu faktor yang membentuk ekspektasi tersebut.

“Di Balikpapan kita masih melihat pembangunan ruko komersial, hotel, mal, perumahan, serta bertambahnya industri hilirisasi. Aktivitas tersebut ikut membentuk ekspektasi masyarakat bahwa kegiatan ekonomi ke depan masih akan terus bergerak,” ujar Robi.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kelompok konsumen masih berada di zona optimistis.

IKK tertinggi tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan, yakni 136,9. Berikutnya kelompok pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta dengan indeks 130,6 dan kelompok Rp6 juta hingga Rp7 juta sebesar 127,9.

Berdasarkan kelompok usia, seluruh kelompok juga masih mencatat indeks di atas 100.

Konsumen berusia 20 hingga 30 tahun mencatat IKK tertinggi dengan rata-rata 129,24, disusul kelompok usia 30 hingga 40 tahun dengan indeks 124,04.

Robi mengatakan hasil survei tersebut menjadi gambaran bahwa meski masyarakat menghadapi sejumlah tekanan ekonomi, kepercayaan terhadap prospek ekonomi Balikpapan masih cukup kuat.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya penurunan tipis IKK, tetapi juga ekspektasi ke depan yang tetap kuat. Ini menjadi indikasi bahwa konsumen masih memiliki kepercayaan terhadap aktivitas ekonomi Balikpapan,” tutupnya.