Balikpapan Punya Kader HIV Pertama di Kaltim, PAMA Dukung Edukasi hingga Tingkat Warga

METROPOLIS53 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pencegahan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Atas dasar itu, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama Puskesmas Kelurahan Manggar menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui program Kader Peduli HIV/AIDS dan IMS (KAPHAS) di Kampung KB Dian Khinasih, Kelurahan Manggar, pada 17 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai HIV/AIDS, mendorong perilaku hidup sehat, sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHIV.

Dalam sosialisasi tersebut, dr. Agung menjelaskan berbagai informasi mengenai cara penularan HIV, langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, hingga penanganan yang tepat berdasarkan informasi medis.

Ia juga mengingatkan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari sehingga masyarakat tidak perlu memberikan perlakuan berbeda terhadap ODHIV.

Perwakilan Puskesmas Kelurahan Manggar, Nurminingsih, mengatakan keberhasilan pengendalian HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran KAPHAS menjadi ujung tombak penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat sekaligus membantu edukasi secara berkelanjutan mengenai pencegahan HIV/AIDS dan IMS.

Program KAPHAS sendiri merupakan inovasi yang diinisiasi Kelurahan Manggar dan hingga kini menjadi program kader peduli HIV/AIDS dan IMS pertama sekaligus satu-satunya di Kalimantan Timur. Para kader dibekali pengetahuan untuk mengedukasi masyarakat, meluruskan berbagai mitos mengenai HIV/AIDS, serta membangun lingkungan yang lebih terbuka dan ramah terhadap ODHIV.

Di sisi lain, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, Rudyanto Putra S, menilai edukasi menjadi investasi sosial yang penting untuk membangun masyarakat yang sehat sekaligus menghapus stigma terhadap penyandang HIV/AIDS.

“Kami percaya upaya pencegahan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, perusahaan, dan masyarakat. Melalui kegiatan bersama Puskesmas Kelurahan Manggar dan KAPHAS, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan IMS sekaligus mampu menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif,” ujarnya.

Puskesmas Kelurahan Manggar juga mengapresiasi keterlibatan PAMA dalam mendukung program promotif dan preventif di bidang kesehatan. Menurut mereka, keterlibatan dunia usaha membantu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan efektivitas program pencegahan HIV/AIDS dan IMS di masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS dan IMS. Semakin banyak masyarakat yang memahami cara pencegahan dan penanganannya, diharapkan angka penularan dapat ditekan, sementara stigma terhadap ODHIV terus berkurang.