Gibran Minta Maaf Soal Kabut Asap, BNPB Siapkan OMC untuk Kejar Hujan di Kalsel

METROPOLIS29 Dilihat

Metroikn, Banjarbaru – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah di Kalimantan. Pemerintah pun tidak ingin hanya menunggu hujan alami turun.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan satu pesawat PK-SNK untuk kembali menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Operasi ini dilakukan untuk memancing hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan OMC sebelumnya sudah dua kali dilakukan dan menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.

“Sudah dua kali dilakukan OMC, hasilnya dilaporkan turun hujan di beberapa wilayah,” kata Suharyanto di Banjarbaru, Kamis (10/9/2026).

Menurut Suharyanto, peluang pembentukan awan hujan dalam beberapa hari ke depan cukup besar. Berdasarkan pemantauan BMKG, pertumbuhan awan hujan diperkirakan cukup banyak pada periode 10–16 September 2026.

Karena itu, BNPB akan melihat kondisi cuaca dan perkembangan awan setiap hari sebelum menentukan pelaksanaan penerbangan OMC.

Dalam satu penerbangan, pesawat dapat membawa satu ton natrium klorida (NaCl) atau garam untuk disemai ke awan yang dinilai potensial menghasilkan hujan.

BNPB mendapat dukungan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin, termasuk untuk kesiapan personel dan fasilitas yang dibutuhkan selama operasi.

“Tentunya tetap mengutamakan keselamatan penerbangan sehingga setiap misi harus dilaksanakan dengan cepat, tepat dan terkoordinasi,” ujar Suharyanto.

Suharyanto mengatakan OMC menjadi salah satu cara untuk membantu mengendalikan karhutla sembari menunggu musim hujan tiba. Berdasarkan prediksi BMKG, Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan sepenuhnya pada akhir Oktober 2026.

Di Kalimantan Tengah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyoroti kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih akibat karhutla.

Saat melakukan peninjauan langsung di Palangkaraya, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mengupayakan penanganan sesuai arahan Presiden.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih, namun kami akan memaksimalkan dan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ujar Gibran dalam rapat koordinasi di Palangkaraya, Kamis (10/9/2026).

Gibran juga menaruh perhatian pada dampak kabut asap terhadap anak-anak dan kelompok rentan. Ia meminta sekolah berkoordinasi dengan orang tua murid mengenai kegiatan belajar mengajar untuk mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Jangan sampai nanti ke depan kasus-kasus ISPA pada anak-anak meningkat. Kita jaga benar anak-anak kaum rentan, kita pastikan ini semuanya segera kembali pulih,” ucap Gibran.

Selain penanganan kesehatan, Gibran meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap kasus karhutla.

Ia juga meminta kepala daerah aktif turun ke lapangan untuk memantau titik api dan memastikan penanganannya dilakukan secepat mungkin.

“Mohon ini dari pihak kepolisian juga untuk menegakkan hukum. Mohon ditegaskan benar. Kepala daerah harus selalu hadir di lapangan, pastikan titik-titik baru dan hotspot atau firespot benar-benar bisa teratasi sehingga ke depan semuanya bisa benar-benar terkendali,” jelasnya.

Gibran juga mendorong optimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dikoordinasikan BNPB bersama instansi terkait di daerah.

“Kita kerja keras seminggu dua minggu ini, Pak, kita tidak perlu tunggu hujan, kita upayakan semaksimal mungkin,” kata Gibran.

Langkah OMC menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat datangnya hujan di wilayah sasaran. Di sisi lain, penanganan karhutla tetap dilakukan melalui pemadaman titik api, pencegahan munculnya titik baru, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.