Cegah Karhutla Masuk Kawasan Orangutan, Pertamina Salurkan Pompa Pemadam di Samboja

METROPOLIS24 Dilihat

Metroikn, Samboja – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Samboja mendapat perhatian karena wilayah tersebut menjadi lokasi rehabilitasi orangutan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan menyalurkan satu unit pompa pemadam kebakaran portabel kepada Yayasan Jejak Pulang.

Pompa tersebut disiapkan untuk membantu penanganan awal kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Peralatan itu nantinya dapat digunakan Yayasan Jejak Pulang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kelurahan Sungai Merdeka dan wilayah sekitarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di sekitar kawasan konservasi Samboja.

“Melalui bantuan ini, kami ingin mendukung kesiapsiagaan Yayasan Jejak Pulang bersama masyarakat dalam merespons potensi kebakaran sejak dini, terutama di lokasi dengan akses terbatas. Langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah api meluas, melindungi kawasan hutan, serta mendukung keberlanjutan rehabilitasi orangutan di Samboja,” ujar Edi.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja dengan luas sekitar 3.517,53 hektare. Kawasan tersebut memiliki fungsi penelitian dan pengelolaan hutan sekaligus menjadi lokasi Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang untuk proses rehabilitasi orangutan.

Dengan bentuk yang portabel, pompa dapat dibawa lebih mudah ke titik kebakaran yang tidak dapat dijangkau kendaraan. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengendalikan api pada tahap awal sebelum merambat ke kawasan hutan.

General Manager Yayasan Jejak Pulang Rahmad Novirsal mengatakan dukungan peralatan menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi ancaman kebakaran di sekitar kawasan KHDTK Samboja.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan yang terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan konservasi orangutan, khususnya melalui dukungan dalam mitigasi kebakaran yang mengancam kawasan KHDTK di Samboja,” ujar Rahmad.

Menurut Rahmad, peralatan yang mudah dibawa ke medan dengan akses terbatas dapat membantu yayasan dan masyarakat melakukan respons awal ketika terjadi kebakaran.

MPA di sekitar kawasan juga dilibatkan dalam deteksi dan penanganan awal karhutla. Keterlibatan warga menjadi penting karena masyarakat berada paling dekat dengan kawasan hutan dan dapat lebih cepat mengetahui munculnya asap atau titik api.

Pertamina Patra Niaga menyebut dukungan tersebut merupakan bagian dari bantuan perusahaan kepada lembaga konservasi dan masyarakat untuk menghadapi risiko karhutla di sekitar wilayah operasionalnya.

“Menjaga kawasan konservasi membutuhkan peran bersama. Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan awal karhutla, sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan proses rehabilitasi orangutan dapat terus berlangsung,” kata Edi.