Inflasi 2,71%, Balikpapan Raih Juara II TPID Award 2026 se-Kalimantan

EKOBIS36 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pengendalian inflasi dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah membawa Balikpapan naik podium dalam Rakornas TPID dan TP2DD 2026 di Jakarta.

Balikpapan memboyong dua penghargaan sekaligus. Kota ini meraih Juara II TPID Award 2026 untuk kategori TPID Kota/Kabupaten berkinerja terbaik wilayah Kalimantan dan peringkat III TP2DD terbaik tingkat kota dan kabupaten.

Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meraih peringkat II TP2DD terbaik tingkat kabupaten di wilayah Kalimantan.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Untuk TPID Award, Balikpapan berada di bawah Kota Tarakan yang meraih peringkat pertama. Kota Pontianak menempati peringkat ketiga.

Balikpapan berhasil masuk tiga besar setelah menyisihkan 19 kota dan kabupaten lainnya dari 21 daerah penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Kalimantan.

Salah satu indikator yang menjadi catatan adalah inflasi Balikpapan sepanjang 2025 yang berada di angka 2,71 persen secara tahunan atau masih dalam sasaran inflasi nasional 2,5 persen plus minus 1 persen.

Pengendalian inflasi tersebut dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Sejumlah program juga dijalankan untuk menjaga pasokan dan harga komoditas pangan serta barang strategis. Di antaranya Gerakan Pangan Murah, pasar murah, operasi pasar, pemantauan harga dan pasokan, hingga kerja sama antardaerah.

Langkah tersebut menjadi penting karena sebagian kebutuhan pangan dan komoditas strategis di Kalimantan Timur masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Di sisi lain, Balikpapan juga mencatat prestasi dalam percepatan digitalisasi daerah. Kota ini meraih peringkat III TP2DD terbaik tingkat kota dan kabupaten.

Sementara PPU menempati peringkat II TP2DD terbaik tingkat kabupaten di wilayah Kalimantan.

Penghargaan TP2DD tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah daerah memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), termasuk digitalisasi penerimaan dan belanja daerah, pembayaran pajak dan retribusi, integrasi sistem serta perluasan kanal pembayaran nontunai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten PPU.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan implementasi berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Robi dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah tidak berhenti pada penghargaan. Penguatan program tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari menjaga daya beli dan ketahanan pangan hingga meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rakornas TPID dan TP2DD 2026 merupakan bagian dari rangkaian FEKDI x IFSE 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026.

Ke depan, pengendalian inflasi di daerah akan diarahkan pada pemetaan tekanan harga lebih dini, penguatan neraca pangan dan ketahanan pasokan, konektivitas distribusi, kerja sama antardaerah serta program stabilisasi harga yang lebih tepat sasaran.

Sementara pada sisi digitalisasi, penguatan TP2DD diarahkan pada perluasan ETPD secara menyeluruh dan digitalisasi penerimaan daerah untuk mendukung optimalisasi PAD.