BI Balikpapan Gelar Mahligai Nusantara, Ada Workshop AI untuk UMKM hingga Strategi Ekspor

EKOBIS28 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pelaku UMKM di Balikpapan tak hanya diajak memajang produk. Selama tiga hari, mereka bisa belajar memanfaatkan AI, memperbaiki kemasan, mengembangkan produk, hingga menyiapkan usaha untuk masuk pasar ekspor.

Berbagai materi tersebut akan hadir dalam Mahligai Nusantara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, 11–13 September 2026.

Rangkaian kegiatan mencakup workshop, talkshow, kompetisi, pameran produk, serta layanan konsultasi bagi pelaku UMKM.

Pada Jumat (11/9), materi lebih banyak menyasar digitalisasi dan pemanfaatan teknologi. Melalui workshop “Digital Scale Up”, pelaku usaha akan mendapat materi mengenai social commerce, marketplace, content marketing, live commerce, hingga pemanfaatan AI untuk riset dan memperluas pasar.

Ada pula talkshow mengenai perkembangan pembayaran digital, termasuk QRIS TAP, KKI, dan QRIS Cross Border.

Hari pertama juga diisi kegiatan literasi, Fashion Show Competition AKMN 2026 dan Kompetisi Tari Kreasi Nusantara.

Memasuki Sabtu (12/9), materi bergeser ke pengembangan kualitas produk. Pelaku UMKM dapat mengikuti workshop inovasi kemasan, wastra dan ready-to-wear, serta green business.

Workshop kemasan membahas cara membuat kemasan yang lebih fungsional, menarik dan memiliki nilai tambah. Sementara workshop wastra dan ready-to-wear mengangkat pengembangan desain lokal agar lebih sesuai dengan tren.

Konsep usaha berkelanjutan juga diperkenalkan melalui workshop green business, termasuk pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Pada hari yang sama, kompetisi memasak “Ngaduk Rasa Produk Lokal” turut mengangkat penggunaan bahan pangan lokal.

Pada Minggu (13/9), materi diarahkan pada kesiapan produk sebelum masuk ke pasar yang lebih luas.

Salah satunya talkshow mengenai strategi standardisasi shelf-life bagi UMKM makanan dan minuman. Materi ini berkaitan dengan konsistensi dan daya simpan produk.

Pelaku UMKM juga dapat mengikuti workshop “Global Scale Up” yang membahas kesiapan produk lokal untuk memasuki pasar global.

Ada pula talkshow “Smart Coffeepreneur” yang menyasar pengembangan bisnis kedai kopi.

Selain mengikuti pelatihan, pengunjung dapat melihat showcase UMKM yang menampilkan produk makanan dan minuman olahan, wastra dan ready-to-wear, serta kerajinan tangan.

Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan Zona Layanan dan Konsultasi. Di sana tersedia informasi mengenai pembiayaan perbankan, kemasan, HAKI, perizinan, sertifikasi, akses ekspor, halal, wakaf, hingga pengembangan produk dan inovasi.

Kepala KPwBI Balikpapan Robi Ariadi mengajak masyarakat datang ke BSCC Dome sekaligus mendukung produk UMKM lokal selama Mahligai Nusantara 2026.

Kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan FENTURA POP 2026 yang berlangsung pada 10–13 September 2026.

Dengan materi yang mencakup digitalisasi, pengembangan produk, kemasan hingga akses pasar global, Mahligai Nusantara 2026 tidak hanya menjadi tempat UMKM memamerkan produk. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengetahuan dan akses yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnisnya.