Kabut Asap dan Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Rute Pontianak-Jakarta Ikut Terdampak

KALBAR, Pontianak42 Dilihat

Metroikn, Pontianak – Gangguan penerbangan terjadi di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu (6/9/2026). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang di sekitar bandara, sementara di sisi lain sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau turut mengganggu operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Kondisi di Supadio membuat sejumlah penerbangan dari dan menuju Pontianak terdampak. Hingga pukul 10.35 WIB, penerbangan Garuda Indonesia rute Pontianak-Jakarta dilaporkan belum dapat melakukan lepas landas maupun pendaratan karena jarak pandang di sekitar bandara hanya sekitar 200 meter.

Informasi yang diterima di lapangan juga menunjukkan sejumlah penerbangan rute Pontianak-Jakarta mengalami pembatalan sejak pagi hingga siang. Kondisi tersebut menambah panjang daftar gangguan penerbangan yang sebelumnya sudah terjadi di Supadio akibat kabut asap.

Gangguan tidak hanya terjadi pada rute Jakarta. Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Batik Air ID6316 rute Pontianak-Balikpapan. Berdasarkan informasi penerbangan yang diterima, pesawat yang seharusnya berangkat pada Sabtu (5/9/2026) pukul 14.55 WIB mengalami penundaan dan dijadwalkan kembali berangkat pada Minggu (6/9/2026) pukul 14.55 WIB.

Sebelumnya, kabut asap juga telah mengganggu sejumlah penerbangan Lion Group dari dan menuju Supadio. ANTARA melaporkan, kondisi jarak pandang yang menurun membuat sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal hingga pembatalan.

Pada 3 September, misalnya, Lion Air JT-837 rute Pontianak-Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB baru terbang pada pukul 21.00 WIB. Penerbangan JT-955 rute Pontianak-Batam juga dibatalkan. Beberapa penerbangan Super Air Jet tujuan Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta turut mengalami perubahan atau pembatalan.

Lion Group menyatakan keputusan menunda maupun membatalkan penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual jarak pandang, perkembangan cuaca, kondisi operasional, serta pertimbangan keselamatan penerbangan.

Gangguan penerbangan juga terjadi di Jakarta. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di kawasan bandara.

Kementerian Perhubungan menyebut penutupan awal dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 pada pukul 01.30 hingga 05.30 WIB. Data monitoring per 5 September pukul 22.00 WIB mencatat 33 penerbangan di Soekarno-Hatta terdampak, terdiri atas pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, serta satu penerbangan domestik yang dialihkan.

Penutupan tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran debu vulkanik masih terdeteksi dan dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

BMKG pada Minggu pagi juga mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Kondisi tersebut membuat dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya menjadi persoalan di sekitar gunung, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan.

Gangguan dari dua sisi tersebut berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan. Kemenhub sebelumnya mengingatkan adanya kemungkinan cascading impact, mulai dari rotasi pesawat, ketersediaan armada hingga jadwal penerbangan berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, penumpang yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Pontianak dan Jakarta disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum menuju terminal.

Di Supadio, persoalan utama masih berkaitan dengan jarak pandang akibat kabut asap karhutla. Sementara pada jalur Jakarta, aktivitas penerbangan menghadapi gangguan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.