Metroikn, Balikpapan – Masih datang ke kantor hanya untuk bayar PBB? Cara itu kini tak lagi harus dilakukan. Warga Balikpapan cukup menyiapkan Nomor Objek Pajak (NOP), lalu mengecek tagihan hingga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) langsung dari ponsel.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) menyediakan layanan pembayaran PBB secara digital melalui aplikasi Kontengan.
Plt Kepala BPPDRD Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan layanan tersebut dibuat untuk memangkas proses pembayaran sehingga masyarakat tidak harus datang ke kantor pelayanan maupun bank.
“Jadi tidak perlu lagi datang ke kantor, tidak perlu datang ke bank. Masukkan NOP, keluar tagihannya, kemudian bisa langsung dibayar,” kata Irfan dalam doorstop bersama awak media.
NOP menjadi kunci dalam layanan tersebut. Masyarakat cukup memasukkan NOP untuk memunculkan data objek pajak dan jumlah tagihan yang harus dibayarkan.
Untuk tagihan PBB di bawah Rp10 juta, wajib pajak dapat memperoleh barcode pembayaran yang kemudian digunakan untuk transaksi secara non-tunai.
Setelah transaksi selesai, bukti pembayaran juga dapat diperoleh secara langsung.
Sementara bagi masyarakat dengan tagihan PBB di atas Rp10 juta, pembayaran dapat dilakukan melalui fitur e-payment dengan memasukkan NOP.
Aplikasi Kontengan juga terintegrasi dengan Eman Untung yang menjadi wadah layanan digital Pemerintah Kota Balikpapan.
Tak hanya untuk pembayaran, BPPDRD juga menyediakan fitur Sapa Warga yang dapat dimanfaatkan oleh ketua RT untuk membantu memperbarui data objek pajak di lingkungannya.
Melalui fitur tersebut, ketua RT dapat melihat warga yang sudah maupun belum melakukan pembayaran PBB. Data pembayaran dapat dipantau secara daring sehingga pembaruan data pajak di tingkat lingkungan menjadi lebih mudah.
BPPDRD juga menyiapkan layanan mobil keliling pembayaran pajak yang akan mendatangi sejumlah lokasi. Jadwal dan lokasi layanan akan disampaikan kepada masyarakat.
Irfan berharap kemudahan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya.
“Harapan kita sebetulnya bagaimana pembayaran pajak ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dengan layanan digital dan mobil keliling tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk membayar PBB tanpa harus menghabiskan waktu datang ke kantor pelayanan.









