PLN Energize GI 150 kV Grogot, Sistem Kelistrikan Paser Makin Siap Hadapi Pertumbuhan Beban

METROPOLIS46 Dilihat

Metroikn, Paser – Sistem kelistrikan di Kabupaten Paser mendapat tambahan penguatan setelah PLN melakukan energize Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian, Jumat (14/8/2026).

Pemberian tegangan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum fasilitas masuk ke tahap kesiapan pengoperasian. Proses dilakukan setelah GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian memperoleh Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) dan dinyatakan layak diberi tegangan selama 24 jam.

Pelaksanaan energize dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Timur 1 (UPP KLT 1), dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) PLN Unit Pengatur Beban (UP2B).

Proses manuver tersebut mendapat pengawasan dari PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Paser dan PLN UPP KLT 1. Sejumlah unit PLN dan mitra konstruksi turut terlibat, yakni PLN UPP KLT 1, PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif), PLN UP2B, PLN ULTG Paser serta KSO PT UBP–Mahameru.

Manager PLN UPP KLT 1 I Made Gita Prawira mengatakan pemberian tegangan baru dilakukan setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi.

“Energize dilaksanakan setelah RLB diterbitkan dan fasilitas dinyatakan laik diberi tegangan selama 24 jam. Proses manuver dilakukan sesuai SOP UP2B dengan pengawasan ULTG Paser dan UPP KLT 1 untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan,” kata I Made.

GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian merupakan bagian dari penguatan infrastruktur sistem transmisi di wilayah Paser. Kehadiran infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan sistem dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat dan kegiatan usaha yang terus berkembang.

Senior Manager Operasi Konstruksi 1 PLN UIP KLT Muhammad Ardiansyah mengatakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terus didorong untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan.

“PLN UIP KLT terus menggenjot pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara termasuk memperkuat gardu induk, membangun jaringan baru, dan mendukung konektivitas sistem interkoneksi antardaerah,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, penguatan jaringan transmisi menjadi salah satu fondasi untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus perkembangan ekonomi dan investasi di wilayah Kalimantan.

Dengan terlaksananya energize GI 150 kV Grogot 2 Line Bay arah Sei Durian, PLN melanjutkan tahapan menuju kesiapan pengoperasian fasilitas tersebut. Penguatan jaringan transmisi di Paser juga menjadi bagian dari upaya PLN membangun sistem kelistrikan yang semakin terhubung dan andal di Kalimantan Timur.