IMERC 2026 Berakhir, Founder MERC Australia Bicara Tanggung Jawab yang Lebih Besar

METROPOLIS27 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Piala telah dibagikan, para juara telah diumumkan. Namun bagi komunitas emergency response, berakhirnya Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 bukan garis akhir.

Founder Mining Emergency Response Competition (MERC) Australia, Jennifer Lilian Pearce, justru melihat penutupan IMERC 2026 sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun kemampuan penyelamatan yang terus berkembang.

Pesan itu disampaikan Jennifer dalam penutupan IMERC 2026 di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (9/8/2026).

“Jadikan apa yang diperoleh selama IMERC bukan hanya sebagai pencapaian, tetapi sebagai pengetahuan dan pengalaman yang dibawa kembali ke perusahaan untuk memperkuat sistem tanggap darurat dan menyelamatkan lebih banyak kehidupan,” ujar Jennifer.

Menurut Jennifer, keberhasilan penyelenggaraan IMERC 2026 tidak berdiri sendiri. Ada kepercayaan, gotong royong dan kolaborasi antara panitia, mitra, stakeholder serta para peserta yang memungkinkan rangkaian kegiatan tersebut berjalan hingga selesai.

Karena itu, ia meminta pengalaman yang diperoleh selama kompetisi tidak berhenti sebagai catatan prestasi masing-masing tim.

“Closing ceremony pada malam hari ini bukanlah akhir dari IMERC. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.

Jennifer mengatakan Garuda Rescue Nusantara diharapkan terus mengembangkan IMERC sebagai platform yang tidak hanya mempertemukan tim dalam kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran dan peningkatan kompetensi emergency response.

Pengembangan itu, menurut dia, penting untuk membangun ekosistem tanggap darurat yang andal, profesional, adaptif dan berkelanjutan.

“Kami berharap IMERC terus berkembang, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga menjadi bagian dari jejaring Emergency Response internasional,” ujarnya.

Bagi Jennifer, pengembangan kompetensi rescuer memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan sebuah perlombaan. Kemampuan yang terbentuk melalui latihan dan pengalaman pada akhirnya menjadi bagian dari upaya melindungi kehidupan.

“Kami percaya, pembangunan rescuer yang kompeten adalah investasi untuk melindungi kehidupan dan membentuk kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada para pemenang IMERC 2026. Jennifer mengingatkan agar penghargaan yang diperoleh tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan di atas podium.

“Jadikan piala bukan hanya simbol kemenangan, tetapi jadikanlah kompetensi sebagai tanggung jawab,” ujar Jennifer.

IMERC 2026 sendiri mempertemukan 24 tim emergency response dari berbagai perusahaan di Indonesia dan Australia. Selama empat hari, peserta menghadapi delapan kategori yang menguji kemampuan penyelamatan dalam kondisi berbeda.

Mulai dari Road Crash Rescue, Vertical Rescue, Confined Space Rescue, Structural Fire Fighting, Under Water Rescue & Recovery, Individual Skill, Theory Test hingga Fire Fighter Combat Challenge.

Setiap tantangan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Ada yang menguji kemampuan bekerja dalam tim, ada yang menuntut ketepatan teknik, sementara tantangan lainnya menguji ketahanan fisik dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Namun, seluruh pengalaman tersebut baru akan memiliki arti ketika diterapkan kembali setelah peserta meninggalkan arena kompetisi.

Sebab, dalam situasi darurat yang sebenarnya, kemampuan seorang rescuer tidak dinilai dari piala yang pernah diraih, melainkan dari ketepatan tindakan ketika keselamatan seseorang berada di tangannya.

“Kemenangan sejati bukanlah tentang apa yang kita bawa pulang, melainkan tentang apa yang kita mampu terapkan, dan berapa banyak kehidupan yang dapat kita lindungi dan selamatkan,” kata Jennifer.

Ia pun mengajak seluruh peserta membawa semangat yang dibangun selama IMERC kembali ke tempat kerja masing-masing.

“Mari kita bawa semangat IMERC ini kembali ke tempat kerja kita. IMERC 2026 may end today, but the mission continues,” ujarnya.

Bagi Jennifer, keberlanjutan IMERC pada akhirnya bukan hanya tentang membuat kompetisi berikutnya lebih besar. Yang lebih penting adalah memastikan semakin banyak rescuer memiliki kompetensi, pengalaman dan jejaring untuk menghadapi keadaan darurat.

“Every life matters, every rescue inspires hope,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penutup rangkaian IMERC 2026 sekaligus pengingat bahwa di balik setiap kompetisi rescue terdapat tujuan yang jauh lebih besar, yaitu memastikan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, selalu ada orang yang siap datang, tahu apa yang harus dilakukan dan mampu membawa korban menuju keselamatan.