10 Program Sosial Pertamina Patra Niaga di Kalimantan Diguyur Penghargaan ISRA 2026

METROPOLIS58 Dilihat

Metroikn, Surakarta – Program tanggung jawab sosial Pertamina Patra Niaga di berbagai wilayah Kalimantan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Sebanyak 10 penghargaan diraih dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 melalui program yang bergerak dari konservasi keanekaragaman hayati, pendidikan, kesetaraan dan inklusi sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penghargaan tersebut diraih sejumlah unit operasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam ajang ISRA 2026 yang digelar di Surakarta, Kamis (6/8/2026).

Raihan tersebut mencerminkan beragam pendekatan pemberdayaan yang dikembangkan Pertamina di sekitar wilayah operasionalnya, dengan menyesuaikan program terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masing-masing daerah.

ISRA 2026 mengusung tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact”. Ajang tersebut menjadi forum apresiasi sekaligus kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pemangku kepentingan dalam mendorong praktik tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

Dari 10 penghargaan yang diraih, dua di antaranya datang dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor. Unit ini meraih Gold kategori Biodiversity Conservation melalui program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan serta Silver kategori Education melalui program Eco Green School.

AFT Supadio juga membawa pulang dua penghargaan. Program Aku Tangkas meraih Gold pada kategori Gender Equality & Social Inclusion, sementara program Pelita Patra Bahari memperoleh Silver dalam kategori Economic Empowerment.

Sementara itu, Fuel Terminal (FT) Samarinda meraih Silver kategori Education melalui program Pendikresa.

Penghargaan Gold juga diraih Integrated Terminal (IT) Balikpapan melalui program Kawan Patra dan IT Pontianak melalui program Kampung Gambut Siantan Hilir. Keduanya masuk kategori Economic Empowerment.

Tiga penghargaan Bronze melengkapi capaian Regional Kalimantan. Masing-masing diraih AFT Sepinggan melalui program Taliwara, IT Banjarmasin melalui Pasar Teras Bersama, serta FT Tarakan melalui Kampung LESTARI.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak dalam mengembangkan program sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi lokal.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memastikan program TJSL memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Setiap program dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan perubahan,” ujar Edi.

Menurut Edi, keberagaman program yang mendapat penghargaan menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan tidak dapat diseragamkan. Setiap wilayah memiliki persoalan dan potensi yang berbeda sehingga membutuhkan model intervensi yang sesuai.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar dampak positif dari program-program ini semakin luas, mampu mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat dikembangkan maupun direplikasi sesuai kebutuhan di wilayah lainnya,” tambah Edi.

Raihan 10 penghargaan tersebut sekaligus menjadi catatan atas pelaksanaan program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan yang mencakup isu lingkungan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kesetaraan dan inklusi sosial.

Melalui berbagai program tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menempatkan masyarakat dan potensi lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan program, dengan harapan manfaatnya tidak berhenti pada penerima bantuan, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang secara mandiri.