Metroikn, Balikpapan – Sebanyak 24 tim Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan ambil bagian dalam Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Jumlah peserta tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian industri terhadap kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya di sektor yang memiliki tingkat risiko tinggi.

IMERC 2026 tidak hanya menjadi arena menguji kemampuan teknis para responder. Ajang ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, sekaligus menguji koordinasi dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan.
Dukungan terhadap penguatan kapabilitas tersebut datang dari PT Pundarika Atma Semesta melalui merek AYAXX sebagai salah satu sponsor IMERC 2026.
Direktur Utama PT Pundarika Atma Semesta, Rapi Hantono, mengatakan kesiapsiagaan emergency response tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan personel. Kompetensi tersebut harus ditopang sistem, kendaraan, dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Kami melihat IMERC sebagai momentum untuk mempertemukan para emergency responder sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan di industri. Kemampuan personel merupakan faktor utama, namun perlu didukung sistem, kendaraan, dan peralatan yang tepat agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” ujar Rapi.
Menurut Rapi, keterlibatan AYAXX dalam IMERC 2026 menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan ekosistem fire fighting dan rescue di Indonesia.
AYAXX yang berada di bawah PT Pundarika Atma Semesta telah mengembangkan kendaraan khusus untuk kebutuhan pemadaman dan penyelamatan sejak 1996. Portofolionya mencakup fire truck, fire ladder, airport crash tender, rescue truck, rescue jeep, ambulans, water supply truck, hingga Mining Field Fire Service untuk kebutuhan di area pertambangan.
Di luar kendaraan, AYAXX juga menghadirkan sejumlah solusi pendukung fire fighting dan rescue, termasuk WS Darley untuk kebutuhan fire pump, Cela untuk fire ladder, serta TNT Rescue Tools untuk peralatan penyelamatan.
Rapi mengatakan interaksi langsung dengan komunitas emergency responder melalui IMERC menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan yang berkembang di lapangan.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari IMERC 2026 dan mendukung pengembangan kapabilitas emergency response di Indonesia,” katanya.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan peralatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan personel. Dengan begitu, respons ketika menghadapi kecelakaan, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.
Dengan melibatkan 24 tim ERT, IMERC 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat standar emergency response sekaligus membangun budaya keselamatan di industri.











