Metroikn, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan meraih penghargaan Gold kategori Pilar Lingkungan dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan program Tani Lestari dari Sampah untuk Energi dan Pangan Keluarga (TALISERA) yang menggabungkan pengelolaan sampah organik, pemanfaatan energi surya, dan pertanian berkelanjutan dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Ajang yang diselenggarakan BUMN Track bersama BTA Academy tersebut mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”. Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan prinsip keberlanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan program yang menjawab persoalan sosial sekaligus lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan. Melalui TALISERA, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan dikembangkan dalam satu ekosistem yang dapat mengurangi emisi karbon, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan nilai bersama bagi masyarakat,” ujar Edi.
Program TALISERA dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular. Sampah organik rumah tangga diolah agar tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir, sementara hasil pengolahannya dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian.
Program tersebut juga memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi bersih dalam operasionalnya.
Kombinasi pengelolaan sampah, energi terbarukan, dan pertanian tersebut membuat TALISERA tidak hanya menyasar persoalan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kapasitas ekonomi masyarakat.
Menurut Edi, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.
“Kolaborasi menjadi kunci agar program tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat terus berkembang dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan,” tambahnya.
Implementasi TALISERA turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon melalui pengelolaan sampah organik, penggunaan energi surya, serta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia melalui pemanfaatan pupuk organik.
Program tersebut juga mendukung sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), antara lain TPB 2 tentang Tanpa Kelaparan, TPB 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, TPB 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta TPB 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Penghargaan Gold yang diraih TALISERA menjadi capaian bagi AFT Sepinggan sekaligus memperkuat arah pengembangan program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan yang menghubungkan manfaat lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.









