Basuki Buka Pintu Investasi Jateng ke IKN, Ada Tawaran Insentif Fiskal

IKN29 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjajaki peluang kolaborasi dan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Penjajakan itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah saat menemui Otorita IKN, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan di Kantor Otorita IKN tersebut menjadi langkah awal untuk membuka kerja sama antardaerah sekaligus memperluas keterlibatan Jawa Tengah dalam pembangunan Nusantara.

Dalam audiensi tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan, termasuk skema pembiayaan yang digunakan untuk mempercepat pembangunan.

Otorita IKN menyebut pembangunan Nusantara ditopang melalui APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Hingga kini, estimasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor. Sementara nilai proyek yang menggunakan skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah diperlukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi di Nusantara yang tengah dikembangkan sebagai ibu kota politik.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, peluang kerja sama tidak hanya berkaitan dengan penanaman modal. Jawa Tengah juga dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang berkembang di IKN, mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

Penjajakan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha asal Jawa Tengah untuk masuk ke ekosistem ekonomi Nusantara, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antara Jawa dan Kalimantan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik peluang kolaborasi yang ditawarkan Otorita IKN.

Ia mengatakan pendekatan kolaboratif menjadi salah satu strategi yang selama ini diterapkan dalam pembangunan Jawa Tengah dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat.

“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak membuka ruang untuk menindaklanjuti potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan IKN sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Jawa Tengah.