Mahasiswa KKN di IKN Diminta Tak Sekadar Penuhi Kewajiban, Basuki: Cari Nilai dan Manfaatnya

IKN32 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Sebanyak 34 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Kalimantan menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026 di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Selama lebih dari tiga pekan, para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai unit kerja untuk mempelajari proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Nusantara.

Program yang berlangsung pada 13 Juli hingga 5 Agustus 2026 itu ditutup dalam kegiatan penarikan mahasiswa yang dipimpin Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Rabu (5/8).

Dalam sambutannya, Basuki menekankan bahwa KKN seharusnya menjadi ruang belajar untuk memahami sekaligus mencari solusi atas persoalan nyata di lapangan, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk survei, tetapi bagaimana cara kita menyelesaikan masalah itu. Jangan sampai mahasiswa KKN ikut kegiatan ini hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Carilah value dan manfaat kegiatannya untuk diri kita sendiri,” kata Basuki.

Selama mengikuti program, para mahasiswa ditempatkan di berbagai unit kerja Otorita IKN sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mereka terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan, hukum, pertanahan, pelayanan dasar, lingkungan hidup, investasi, ketahanan pangan, pembiayaan, hingga pembangunan infrastruktur dan pengelolaan kawasan.

Peserta berasal dari Universitas Kutai Kartanegara, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Latar belakang keilmuan mereka pun beragam, mulai dari teknik sipil, perencanaan wilayah dan kota, teknik lingkungan, hukum, ekonomi, manajemen, psikologi, pertanian, hingga teknik pertambangan.

Mewakili dosen pembimbing lapangan, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan KKN LPPM Universitas Borneo Tarakan Anang Sulistyo menilai program tersebut memberikan pengalaman yang sulit diperoleh di ruang kuliah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN yang telah menerima kami dan memberikan pelajaran, bukan hanya teori, tetapi juga aplikasi di lapangan. Dari sini mahasiswa belajar bagaimana dunia kerja, termasuk etos dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Anang, pengalaman bekerja langsung di lingkungan pemerintahan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun karakter dan kesiapan memasuki dunia profesional.

Salah seorang peserta KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Aleandra Bonita Khansa Werat, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Selain mengenal tata kelola pemerintahan, ia juga terlibat dalam proses penyelarasan regulasi yang berkaitan dengan pembangunan IKN.

“Selama KKN ini kami bukan hanya magang di pemerintahan, tetapi juga turun ke masyarakat. Saya belajar bagaimana menyelaraskan Undang-Undang IKN dengan undang-undang lainnya untuk membentuk Undang-Undang Pemerintahan Daerah Khusus. Semoga pembangunan IKN bisa segera selesai dan manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh Kalimantan,” katanya.

Program KKN KUC–BSN menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Otorita IKN dan perguruan tinggi untuk memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses pembangunan ibu kota baru, sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan di lapangan.