Metroikn, Tanah Bumbu – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mulai mematangkan penyambungan daya listrik sebesar 75 MVA untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Borneo Indobara (BIB) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Persiapan tersebut ditandai dengan peninjauan lapangan yang dilakukan jajaran manajemen PLN pada Kamis (9/7/2026) guna memastikan seluruh aspek teknis maupun administrasi siap sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, mengatakan penyediaan pasokan listrik berkapasitas besar tersebut menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap kebutuhan sektor industri yang terus berkembang di Kalimantan Selatan.
“PLN berkomitmen menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri. Penyambungan 75 MVA untuk PT Borneo Indobara menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung kelancaran operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi di Kalimantan Selatan,” ujar Dewanto.
Menurutnya, ketersediaan pasokan listrik yang andal tidak hanya mendukung aktivitas produksi, tetapi juga membuka peluang penerapan elektrifikasi di kawasan industri, termasuk penggunaan kendaraan listrik dalam operasional perusahaan.
“Elektrifikasi di sektor industri dapat menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon, terutama ketika listrik digunakan untuk menggantikan sebagian kebutuhan energi berbasis bahan bakar fosil dalam operasional. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, tim PLN mengecek kesiapan pekerjaan konstruksi, mulai dari kondisi lapangan, ketersediaan material utama, hingga langkah mitigasi risiko agar proses penyambungan dapat berlangsung sesuai target.
Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, mengatakan pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis telah dipenuhi sebelum pekerjaan dimulai.
“Melalui peninjauan langsung ini, tim dapat memastikan kondisi aktual di lapangan, kebutuhan teknis, serta potensi risiko yang perlu dimitigasi sejak awal. Dengan perencanaan yang matang, proses konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih efektif, aman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas unit terus dilakukan agar proses penyambungan berjalan sesuai jadwal tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja maupun kualitas pekerjaan.
“UPP KLT 4 bersama seluruh pihak terkait terus memastikan kesiapan teknis dan administrasi agar proses penyambungan dapat berjalan sesuai target. Kami juga memperkuat koordinasi lapangan agar setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas,” kata Ismail.
Penyambungan daya sebesar 75 MVA tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik PT Borneo Indobara sekaligus mendukung aktivitas industri, hilirisasi, serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.









