Dari Nusantara untuk Indonesia, Hari Doa Nasional 2026 Satukan Delapan Aras Gereja

IKN82 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara menjadi lokasi puncak peringatan Hari Doa Nasional (HDN) V Tahun 2026 yang diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang digelar Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) itu menjadi penutup rangkaian perjalanan doa selama empat hari yang sebelumnya dimulai di BSCC Dome Balikpapan.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus pimpinan FUKRI, Pdt. Tommy O. Lengkong, menyebut penyelenggaraan Hari Doa Nasional di Ibu Kota Nusantara menjadi momen bersejarah karena mempertemukan pimpinan dari delapan aras gereja untuk berdoa bersama bagi Indonesia.

“Kegiatan Hari Doa Nasional yang menghadirkan pimpinan dari delapan aras gereja di IKN adalah suatu sejarah. Hari ini kita di sini berdoa untuk bangsa dan negara Indonesia serta para pemimpinnya,” ujarnya dalam khotbah, Minggu (5/7/2026).

Menurut Tommy, doa tidak hanya dipanjatkan oleh peserta yang hadir langsung di Nusantara, tetapi juga diikuti jemaat melalui siaran langsung dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fanny Jossy Kusumo, mengatakan rangkaian kegiatan bukan sekadar perpindahan lokasi dari Balikpapan ke Nusantara, tetapi menjadi perjalanan iman yang menyatukan umat Kristiani dari berbagai latar belakang.

“Kita dipersatukan untuk mengasihi Tuhan. Hari Doa Nasional menjadi ruang kebersamaan di tengah berbagai perbedaan,” katanya.

Semangat yang sama juga disampaikan Pendeta Marcel Kanon dari Gereja Bethany Nusantara House of Restoration, Auckland, Selandia Baru. Ia mengatakan kehadirannya bersama peserta lain membawa doa bagi Indonesia dari ujung timur hingga barat.

“Indonesia butuh doa. IKN butuh doa. Dari Papua sampai Aceh, bangsa ini perlu terus didoakan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tolikara William Wandik menilai Nusantara memiliki makna simbolis sebagai pusat harapan baru Indonesia sehingga menjadi tempat yang tepat untuk memanjatkan doa bagi masa depan bangsa.

“Di sini sentralnya Nusantara, jantungnya Nusantara. Dari sini kita harus gaungkan doa dan pengharapan untuk bangsa,” katanya.

Selain ibadah bersama, rangkaian penutupan Hari Doa Nasional juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis KIPP Nusantara sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan pembangunan Nusantara tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Kami hanya membangun sekitar 20 persen kawasan. Selebihnya dikembalikan melalui reforestasi sebagai hutan asli Kalimantan Timur atau rewilding Nusantara,” ujarnya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi FUKRI karena memilih Nusantara sebagai lokasi puncak Hari Doa Nasional 2026.

“Kami bersyukur FUKRI memilih IKN sebagai tempat penutupan. Apa pun yang kita kerjakan, kalau tanpa alas doa, pekerjaan itu akan kurang bermakna. Dengan doa, pekerjaan menjadi bagian dari ibadah,” kata Basuki.

Penyelenggaraan Hari Doa Nasional di Nusantara menjadi simbol kebersamaan umat Kristiani dalam mendoakan bangsa sekaligus memperkuat pesan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga semangat persatuan, harapan, dan nilai-nilai spiritual.