Metroikn, Samarinda – Keterbatasan pasokan energi yang berdampak pada menurunnya kapasitas pembangkit listrik disebut menjadi salah satu penyebab pemadaman bergilir di sejumlah wilayah, termasuk Kota Samarinda.
Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Samarinda meminta PT PLN (Persero) meningkatkan penyampaian informasi kepada masyarakat agar dampak gangguan listrik dapat diminimalkan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan persoalan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kondisi di daerah, tetapi juga dipengaruhi tekanan pasokan energi secara nasional yang berdampak pada kemampuan pembangkit dalam memproduksi listrik.
Menurutnya, ketika pasokan energi ke pembangkit menurun sementara kebutuhan listrik tetap tinggi, pengaturan beban menjadi langkah yang dilakukan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap berjalan.
“Kita melihat persoalan ini berkaitan dengan keterbatasan pasokan energi ke pembangkit sehingga kapasitas penyediaan listrik ikut terdampak dan berimbas ke daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut kemudian memunculkan kebijakan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan listrik dan kemampuan pasokan yang tersedia.
Meski penyelesaian persoalan utama berada pada kewenangan pemerintah pusat bersama PLN, DPRD menilai mitigasi dampak di tingkat daerah tetap perlu diperkuat melalui komunikasi publik yang lebih baik.
Menurut Rohim, masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan kepastian informasi agar dapat menyesuaikan aktivitas serta mengurangi potensi kerugian akibat pemadaman yang terjadi secara mendadak.
“Kalau memang pemadaman tidak bisa dihindari, masyarakat setidaknya harus memperoleh informasi lebih awal sehingga bisa mengatur aktivitas dan mengurangi dampaknya,” katanya.
Karena itu, DPRD mendorong PLN memaksimalkan berbagai saluran komunikasi, mulai dari media sosial, media massa, hingga kanal informasi pelanggan untuk menyampaikan jadwal pemadaman secara lebih cepat dan terukur.
Rohim menilai penyampaian informasi yang baik akan membantu menjaga produktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kepastian pasokan listrik.
Ia berharap persoalan pasokan energi dapat segera diatasi sehingga pelayanan kelistrikan kembali stabil dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.









