Tak Sekadar Bertahan, BI Balikpapan Dorong UMKM Berani Ekspansi dan Tembus Pasar Global

EKOBIS28 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Entrepreneurship 2026 bertema “Akselerasi UMKM Naik Kelas: Memperkuat Fondasi Bisnis, Strategi Pasar, serta Inovasi Produk untuk Mendorong Pengembangan Usaha Secara Berkelanjutan dan Berdaya Saing” yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti 100 pelaku UMKM terpilih dari Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, hingga wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain UMKM, sejumlah pondok pesantren binaan BI Balikpapan yang memiliki unit usaha produktif juga turut ambil bagian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekonomi daerah.

Namun di sisi lain, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan pola pikir kewirausahaan, kemampuan manajerial, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, hingga akses pasar dan pembiayaan.

“Melalui workshop ini, kami ingin membantu UMKM memperkuat fondasi bisnis sekaligus menyiapkan langkah ekspansi yang lebih terarah sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.

Untuk memastikan materi lebih tepat sasaran, peserta dibagi ke dalam dua kelompok pembelajaran. Kelas Fondasi Usaha diperuntukkan bagi pelaku usaha yang masih dalam tahap pengembangan, sementara Kelas Akselerasi Usaha ditujukan bagi UMKM yang telah berkembang dan mulai memperluas pasar.

Pada Kelas Akselerasi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan ekspor, strategi memasuki pasar internasional, pemanfaatan storytelling dalam pemasaran digital, pemetaan tren pasar, hingga strategi meningkatkan nilai transaksi dan akses pembiayaan.

Sementara peserta Kelas Fondasi difokuskan pada penguatan dasar-dasar pengelolaan usaha, pemasaran digital, inovasi kemasan, manajemen operasional, strategi pembiayaan, serta penyusunan model bisnis.

Sebagai bagian dari pendekatan yang lebih aplikatif, seluruh peserta juga diminta menyusun Business Model Canvas (BMC) yang kemudian dipresentasikan dan mendapatkan masukan langsung dari para mentor.

Menariknya, para pengajar yang dihadirkan merupakan pelaku UMKM sukses binaan Bank Indonesia yang telah menembus pasar internasional. Mereka adalah Nurdini Prihastiti, pendiri Dama Kara, serta Sri Astutik, Founder dan CEO PT Sari Bhuwana Nusajaya (Aranaspice), yang telah berhasil membawa produknya ke pasar ekspor.

Melalui kegiatan ini, BI Balikpapan berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

Workshop Entrepreneurship sendiri menjadi bagian dari rangkaian Road to Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang terhubung dengan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.