Stafsus Presiden Serap Keluhan UMKM Balikpapan, dari Digitalisasi hingga Akses Pasar

EKOBIS83 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Berbagai persoalan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balikpapan, mulai dari pemasaran produk, tantangan ekonomi hijau, hingga akses pasar, menjadi sorotan dalam kegiatan Ngobrol UMKM 2026 yang menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabilla Karbala, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan pelaku UMKM untuk menyerap aspirasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan usaha.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan tantangan di lapangan, terutama terkait pengembangan produk ramah lingkungan yang dinilai masih memiliki biaya produksi lebih tinggi dibanding produk konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada daya saing harga di pasar.

Menanggapi hal itu, Tiar Nabilla Karbala menilai bahwa perkembangan ekonomi digital justru membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat global.

“Saya selalu percaya ekonomi digital membuka kesempatan yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk yang sudah bagus ini bisa menemukan pasar yang tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan pelaku UMKM dalam membangun narasi produk serta memanfaatkan platform digital secara optimal, tidak hanya mengandalkan kualitas barang semata.

Menurutnya, di era saat ini, kekuatan cerita di balik produk menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Tiar menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan pelaku UMKM dalam forum tersebut akan menjadi masukan penting bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor UMKM ke depan, terutama terkait digitalisasi dan perluasan akses pasar.