Metroikn, Balikpapan – Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Alimuddin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, hingga saat ini pembangunan IKN tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan pemerintah dan terus didukung oleh berbagai kebijakan serta regulasi dari pemerintah pusat.
“Suka tidak suka, IKN tetap berjalan sesuai tahapan pembangunan. Jadi kalau ada yang mengatakan IKN berhenti atau tidak jadi, biasanya itu orang yang tidak membaca informasi secara utuh dan hanya mendengar lalu menyebarkannya kembali,” kata Alimuddin saat menghadiri kegiatan Ngobrol UMKM 2026 di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai perkembangan teknologi digital memang memudahkan masyarakat memperoleh informasi. Namun di sisi lain, arus informasi yang begitu cepat juga membuat berbagai kabar yang belum terverifikasi mudah menyebar dan dipercaya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan literasi digital dan membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkannya kembali.
“Literasi masyarakat terhadap informasi masih perlu terus ditingkatkan. Jangan langsung percaya pada isu yang beredar tanpa memastikan sumber dan kebenarannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Alimuddin menjelaskan pembangunan IKN saat ini telah memasuki tahap kedua dari lima tahapan pembangunan yang telah dirancang pemerintah. Seiring perkembangan tersebut, masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Timur dinilai perlu mulai mempersiapkan diri untuk memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang muncul.
Menurutnya, perhatian masyarakat seharusnya tidak lagi terfokus pada perdebatan mengenai keberlanjutan proyek IKN, melainkan pada kesiapan menghadapi perubahan dan peluang yang akan hadir.
“Kita seharusnya fokus mempersiapkan diri. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat sekitar bisa ikut menikmati manfaat pembangunan IKN, baik melalui UMKM, ekonomi kreatif, maupun sektor jasa lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, dampak pembangunan IKN tidak hanya dirasakan di kawasan inti pemerintahan, tetapi juga akan memberikan efek berganda bagi daerah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda.
Karena itu, Alimuddin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum pembangunan IKN dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat usaha, dan memperluas inovasi agar mampu bersaing di tengah perubahan yang berlangsung.
“Jangan sampai peluang yang ada justru dimanfaatkan pihak lain karena kita tidak siap. Momentum ini harus digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.









