Lewat PESAN 2026, BI Perkuat Ekosistem Halal dari UMKM hingga Wakaf Produktif

EKOBIS21 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Bank Indonesia Balikpapan resmi membuka PESAN 2026 (Pekan Ekonomi dan Keuangan Syariah) di Main Atrium Pentacity Mall Balikpapan, Sabtu (27/6/2026). Melalui ajang ini, Bank Indonesia ingin menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pembukaan PESAN 2026 dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor, jajaran Bank Indonesia, perbankan syariah, pelaku UMKM, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan pengembangan ekonomi syariah dinilai memiliki prospek besar karena didukung pasar domestik yang terus berkembang, mulai dari industri halal, fesyen muslim, hingga produk makanan dan minuman halal.

“Kenapa kami setiap tahun menginisiasi acara seperti ini? Karena ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kondisi global belum stabil dan kondisi ekonomi kita juga belum sepenuhnya pulih. Karena itu kami mendorong bagaimana menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah,” ujar Robi.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha agar mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

“Pasarnya sangat besar. Fashion muslim berkembang, kebutuhan makanan halal juga semakin tinggi. Ini yang terus kami dorong agar menjadi kekuatan ekonomi baru,” katanya.

Selain mendorong sektor usaha, Bank Indonesia juga terus mengembangkan instrumen keuangan sosial syariah melalui konsep wakaf produktif. Skema tersebut diarahkan agar dana wakaf tidak hanya digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial, tetapi juga menjadi modal usaha yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Kalau dulu masyarakat mengenal wakaf identik dengan tanah, sekarang kami dorong wakaf produktif. Misalnya membangun kandang ayam petelur atau usaha produktif lainnya sehingga dana wakaf bisa terus berputar dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Pada pembukaan PESAN 2026, BI Balikpapan juga meluncurkan dua program wakaf produktif yang telah melalui tahap uji coba dan dinilai siap dikembangkan sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan syariah melalui program business matching. Dari kegiatan tersebut, BI menargetkan potensi pembiayaan usaha syariah mencapai sekitar Rp2 miliar bagi UMKM yang memenuhi persyaratan.

PESAN 2026 sekaligus menjadi puncak rangkaian Road to PESAN yang telah digelar selama beberapa bulan terakhir. Berbagai program pendampingan dilakukan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, sertifikasi halal, pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi SIAPIK, business matching pembiayaan syariah, hingga penguatan pengelolaan wakaf produktif.

Selama dua hari penyelenggaraan, sekitar 20 UMKM hasil kurasi ikut memamerkan produk unggulan, mulai dari makanan dan minuman halal, fesyen muslim, wastra, kriya, hingga berbagai produk kreatif daerah.

Pengunjung juga dapat mengikuti beragam kegiatan seperti konsultasi sertifikasi halal, layanan perbankan syariah, pameran produk Baznas, workshop ekspor produk halal, pelatihan kemasan dan branding, serta berbagai kompetisi seperti lomba konten kreatif ekonomi syariah, hadrah, da’i, kuliner halal, penulisan khutbah ekonomi syariah, lomba menggambar Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP), hingga lomba dongeng.

Robi berharap PESAN 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin inklusif dan berkelanjutan.