Tak Mau Ganggu Pedagang, Samarinda Terapkan Pasar Murah Secara Terukur

Samarinda47 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memilih menerapkan strategi terukur dalam pelaksanaan pasar murah dan gerakan pangan murah. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran sekaligus melindungi keberlangsungan usaha pedagang lokal.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan intervensi pemerintah tetap diperlukan saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara berlebihan karena berpotensi mengganggu mekanisme pasar.

“Harus seimbang. Tidak boleh terlalu masif juga karena bisa berdampak terhadap kondisi harga di pasaran. Pasar murah dan gerakan pangan murah tetap berjalan, tetapi dilakukan secara terukur,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlangsungan aktivitas perdagangan di pasar tradisional yang menjadi penopang ekonomi warga.

Menurutnya, tantangan pengendalian harga di Samarinda masih cukup kompleks karena sebagian besar pasokan bahan pokok bergantung dari luar daerah. Kondisi ini membuat harga mudah berfluktuasi ketika terjadi gangguan distribusi maupun faktor cuaca di wilayah pemasok.

“Kalau sampai terjadi kelangkaan, tentu itu yang harus kita hindari. Karena itu kami terus memantau kondisi pasokan dan perkembangan di daerah pemasok,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Samarinda juga mendorong penguatan produksi pangan lokal, termasuk pengembangan sektor peternakan ayam petelur dan ayam potong di kawasan Palaran. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Pemerintah menilai penguatan produksi lokal menjadi salah satu kunci untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika pasar.

Marnabas menegaskan, tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu ekosistem ekonomi yang sudah berjalan.

“Yang terpenting bagaimana keseimbangan itu tetap terjaga, harga stabil, pasokan tersedia, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.