IKN Kian Hidup, Investasi Tembus Rp72,39 Triliun

IKN66 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak seiring bertumbuhnya ekosistem kota yang sedang dibangun. Otorita IKN mencatat total investasi telah mencapai Rp72,39 triliun, terdiri dari investasi swasta murni serta dukungan fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap arah pembangunan Nusantara.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia,” ujar Troy, Kamis (14/5/2026).

Dari total tersebut, investasi swasta murni tercatat sebesar Rp60,29 triliun, sementara fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga mencapai Rp12,10 triliun. Hingga saat ini, terdapat 75 perjanjian kerja sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha.

Komposisi investasi juga menunjukkan keterlibatan investor asing. Dari total PKS yang ada, 11 di antaranya berasal dari investor luar negeri dengan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sisanya berasal dari pelaku usaha dalam negeri yang bergerak di berbagai sektor seperti hunian, infrastruktur, energi, hingga fasilitas komersial.

Seiring masuknya investasi, aktivitas ekonomi di kawasan IKN mulai terbentuk, termasuk sektor makanan dan minuman serta usaha penunjang kebutuhan pekerja dan pengunjung. Salah satu yang mulai terlihat adalah kehadiran pelaku usaha ritel seperti Roti’O yang membuka gerai di kawasan tersebut.

“Kami melihat antusiasme pengunjung cukup tinggi sejak pembukaan. Kemungkinan ke depan akan semakin ramai, apalagi jika aktivitas di IKN terus bertambah,” ujar Harfi, Kepala Toko Roti’O.

Troy menambahkan, masuknya pelaku usaha menjadi bagian dari terbentuknya ekosistem kota yang lebih luas.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup,” katanya.