DPRD Jawa Tengah Studi Banding Pengembangan Wisata dan Ekonomi di IKN

IKN33 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan UMKM di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi perhatian DPRD Jawa Tengah dalam kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E ke Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi forum studi banding terkait konsep pembangunan kawasan Nusantara yang mengedepankan pariwisata ramah lingkungan sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Dalam diskusi bersama Otorita IKN, DPRD Jawa Tengah mempelajari sejumlah program pengembangan wisata, pengelolaan lingkungan, ketenagakerjaan, hingga strategi pemberdayaan UMKM yang mulai dikembangkan di kawasan ibu kota baru.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN, Nusantara diarahkan menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan konsep wisata hijau dan retret kebugaran yang tetap mengedepankan kearifan lokal.

Saat ini, Otorita IKN juga mulai menghadirkan layanan wisata digital melalui aplikasi IKNOW yang memuat informasi destinasi wisata, transportasi umum, hingga panduan perjalanan bagi pengunjung.

Sejumlah fasilitas wisata yang tengah dikembangkan di kawasan IKN meliputi convention center, pusat budaya, pusat kuliner, botanical garden, hingga pusat informasi wisatawan. Sementara beberapa destinasi alam yang telah dikenal di kawasan sekitar IKN antara lain Bukit Bangkirai, Goa Tapak Raja, Mangrove Mentawir, Gunung Parung, dan Sungai Hitam Bekantan.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan pembangunan IKN diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pengembangan wisata dan lingkungan di IKN, termasuk keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan.

“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, termasuk kawasan Istana Negara dan area glamping Nusantara.