Metroikn, Balikpapan – Kebutuhan listrik yang meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri diantisipasi melalui penguatan sistem kelistrikan terintegrasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Melalui pembangunan infrastruktur secara masif, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal saat masyarakat menjalankan ibadah hingga merayakan Lebaran.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyambungan jaringan interkoneksi antara Kaltim dan Kaltara. Sistem ini memungkinkan distribusi listrik lebih merata, sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan energi di berbagai wilayah.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa keandalan listrik yang dirasakan masyarakat merupakan hasil dari proses panjang pembangunan infrastruktur yang terencana.
“Keandalan listrik bukan sesuatu yang instan. Ini hasil dari sistem yang terintegrasi, sehingga pasokan tetap stabil meski terjadi peningkatan beban seperti saat Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Hingga saat ini, penguatan sistem tersebut didukung pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan total 1.279 tower yang tersebar di sedikitnya lima kabupaten/kota.
Jaringan ini menghubungkan berbagai gardu induk strategis, sehingga aliran listrik dapat didistribusikan lebih efisien dan mampu menjaga kondisi sistem tetap aman, bahkan dalam posisi surplus.
Dengan sistem interkoneksi tersebut, kelebihan pasokan listrik di satu wilayah dapat dialirkan ke wilayah lain yang membutuhkan, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.
Selain pembangunan fisik, PLN juga melakukan pengujian sistem secara menyeluruh, pemeliharaan berkala, serta koordinasi intensif antarunit guna memastikan keandalan listrik dari hulu ke hilir.
Melalui langkah tersebut, PT PLN (Persero) berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk serta merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik.









