Dari Gardu Hingga Posko, PLN Pastikan Listrik Tetap Nyala Saat Idul Fitri

METROPOLIS31 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, PT PLN memastikan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berada dalam kondisi aman. Sebanyak 1.210 personel disiagakan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama periode Lebaran.

General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan masa siaga kelistrikan berlangsung mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

“Secara umum kondisi kelistrikan menjelang Idul Fitri sampai setelahnya dalam kondisi aman. Kami menyiagakan sistem kelistrikan mulai 12 Maret sampai 31 Maret,” ujar Chaliq, Senin (16/3/2025).

Selama periode tersebut, PLN memastikan tidak ada pemadaman listrik yang direncanakan, baik untuk pemeliharaan jaringan maupun karena kekurangan pasokan daya.

“Jadi kalaupun nanti ada padam, kami pastikan itu sifatnya gangguan. Beberapa hari terakhir cuaca memang cukup menantang, hujan dan angin bisa berpotensi mengganggu jaringan,” katanya.

Dari sisi pasokan daya, sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dinilai cukup kuat menghadapi potensi lonjakan kebutuhan listrik selama Lebaran. PLN mencatat daya mampu netto mencapai sekitar 1.300 megawatt dengan kemampuan pasok 976 MW dan perkiraan beban puncak sekitar 805 MW.

“Ini posisi di Kalimantan Timur saja. Sistem kita sebenarnya terinterkoneksi sampai Kalimantan Selatan bahkan ke Kalbar. Jadi kalau dihitung keseluruhan, cadangan daya kita bisa lebih dari 300 MW,” jelas Chaliq.

Untuk menjaga keandalan sistem, PLN juga mendirikan 97 posko siaga di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Posko tersebut terdiri dari 95 posko distribusi serta dua posko dari Icon Plus yang menangani layanan telekomunikasi.

Selain itu, pengamanan kelistrikan difokuskan pada 161 lokasi prioritas yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Lebaran. Lokasi tersebut mencakup 43 masjid yang digunakan untuk pelaksanaan Salat Id, 36 rumah sakit, serta 42 fasilitas transportasi seperti bandara, terminal, dan pelabuhan.

“Tempat-tempat ini jadi titik kerumunan masyarakat. Karena itu kami pantau khusus supaya kalau ada gangguan bisa segera dipulihkan,” kata Chaliq.

Total personel yang disiagakan terdiri dari 229 pegawai PLN serta 981 personel dari mitra kerja dan anak perusahaan. Mereka bekerja dalam tiga shift untuk memastikan pelayanan listrik tetap berjalan tanpa henti.

“Tidak ada yang libur sebenarnya. Manajemen, staf teknik, sampai tim PDKB semua siaga. Pelayanan tetap 24 jam, tujuh hari seminggu selama periode Lebaran,” ujarnya.

PLN juga mengantisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan listrik selama musim mudik. Sebanyak 77 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum disiagakan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yang tersebar mulai dari Tanah Grogot hingga Tanjung Selor.

“Seluruh SPKLU dalam kondisi siap operasi. Kami juga menyiagakan petugas untuk memantau. Kalau ada yang bermasalah, langsung kami perbaiki,” ujarnya.

Wilayah Ibu Kota Nusantara juga menjadi bagian dari pemantauan kelistrikan PLN. Untuk kawasan tersebut, PLN memiliki unit layanan khusus yang bertugas menjaga stabilitas pasokan listrik.

“Di IKN ada unit PLN setingkat UP3, namanya PLN UP3 Nusantara. Timnya lengkap dan memang standby di sana untuk memantau kondisi kelistrikan,” jelas Chaliq.

Sementara itu, masyarakat yang mengalami gangguan listrik dapat melaporkan melalui call center 123 maupun aplikasi PLN Mobile.

“Lewat PLN Mobile lebih mudah. Laporan bisa dipantau progresnya sampai selesai,” katanya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN memastikan pasokan listrik selama periode Lebaran tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.