Arus Mudik Meningkat, Kapal Samarinda Berangkat Lebih Cepat dari Jadwal

METROPOLIS24 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Kepadatan arus mudik Lebaran di Pelabuhan Samarinda membuat salah satu kapal penumpang rute Samarinda–Parepare harus diberangkatkan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Kapal KM Prince Soya yang semula dijadwalkan berlayar, Minggu (15/3/26) pukul 14.00 WITA akhirnya dilepas sekitar pukul 12.00 WITA setelah kapasitas penumpang hampir seluruhnya terpenuhi.

Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, menjelaskan keputusan memajukan jadwal keberangkatan tersebut tidak hanya karena jumlah penumpang yang sudah penuh, tetapi juga mempertimbangkan kondisi alur pelayaran di muara Sungai Mahakam.

Menurutnya, pendangkalan yang terjadi di area muara membuat kapal harus menyesuaikan waktu berlayar dengan kondisi air pasang agar perjalanan tetap aman.

“Kita berangkatkan dua jam lebih cepat karena melihat kondisi arus air. Di bibir muara ada pendangkalan, jadi kita menyesuaikan dengan siklus air pasang supaya kapal bisa keluar dengan aman,” ujar Syahril.

Ia menjelaskan kapal yang melayani rute Samarinda menuju Parepare tersebut pada awalnya mengangkut sekitar 1.697 penumpang. Selama periode mudik, jumlah penumpang juga masih memungkinkan bertambah hingga sekitar 15 persen dari kapasitas dasar yang tersedia.

“Di awal ada 1.697 penumpang, kemudian ditambah sekitar 15 persen penambahannya. Insyaallah masih ada dua kali lagi pemberangkatan dari Samarinda ke Parepare, yaitu hari Rabu dan Kamis,” katanya.

Setelah mengangkut pemudik dari Samarinda, kapal tersebut dijadwalkan kembali berlayar dari Parepare menuju Samarinda sesuai jadwal pelayaran yang telah ditetapkan. Kapal diperkirakan berangkat dari Parepare pada Selasa dan kembali tiba di Samarinda pada Rabu.

Syahril menilai tren arus mudik tahun ini relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Namun jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut diperkirakan tidak sebanyak tahun lalu.

“Kalau melihat kondisi ekonomi sekarang mungkin ada sedikit perubahan. Ekonomi kan naik turun, jadi kelihatannya banyak juga yang memilih tetap tinggal di Samarinda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut saat ini merupakan periode puncak arus mudik untuk rute Samarinda–Parepare. Kepadatan penumpang diperkirakan masih akan terjadi pada jadwal keberangkatan berikutnya.

“Sebenarnya ini sudah puncaknya. Insyaallah pada pemberangkatan berikutnya hari Rabu dan Kamis juga masih cukup ramai,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak operator kapal juga mengimbau para calon penumpang untuk menunggu di ruang tunggu pelabuhan sebelum waktu keberangkatan. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pengamanan selama proses naik ke kapal.

“Kalau penumpang langsung naik ke kapal terlalu lama juga berbahaya. Misalnya ada yang merokok di dalam kapal lalu mengenai kasur atau benda lain, itu bisa memicu kebakaran. Karena itu disediakan ruang tunggu oleh Pelindo,” pungkasnya.