Semangat Ramadan, PLN UIP KLT Gaungkan Budaya Kerja Aman dan Produktif

METROPOLIS69 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Suasana Ramadan yang identik dengan kedisiplinan dan tanggung jawab dimaknai berbeda oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT). Jumat (27/02), manajemen menggelar penandatanganan kebijakan dan komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Ruang Rapat General Manager PLN UIP KLT.

Agenda ini tak sekadar seremoni. Di hadapan jajaran Senior Manager, Manager Unit Pelaksana, pegawai, tenaga alih daya, hingga kontraktor, manajemen menunjukkan bahwa keselamatan kerja adalah bagian tak terpisahkan dari setiap proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa K3 merupakan fondasi utama dalam setiap pekerjaan.

“Keselamatan adalah nilai utama dalam setiap aktivitas kerja kita. Melalui penandatanganan komitmen ini, kita menegaskan kembali bahwa setiap proses pembangunan harus dilaksanakan dengan standar keselamatan yang tinggi, demi melindungi seluruh insan yang terlibat dalam pekerjaan,” ujar Basuki.

Menurutnya, komitmen terhadap keselamatan bukan hanya kewajiban perusahaan, melainkan tanggung jawab moral seluruh insan PLN dalam menjalankan amanah pembangunan.

Momentum ini juga bertepatan dengan Bulan K3 Nasional Tahun 2026. Dalam kesempatan yang sama, diumumkan para pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian peringatan tersebut.

Basuki menilai, Bulan K3 menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi seluruh pegawai serta mitra kerja dalam membangun budaya kerja yang aman dan sehat.

“Semangat Ramadan mengajarkan kita tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta menjaga amanah dalam setiap pekerjaan. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip penerapan K3, yaitu bekerja dengan penuh kehati-hatian, saling mengingatkan, serta memastikan setiap pekerjaan terlaksana dengan selamat hingga selesai,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP KLT ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya mengejar target kualitas dan ketepatan waktu, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai prioritas yang hidup dalam setiap aktivitas kerja.