PT KPI Unit Balikpapan Dampingi Kunjungan Ketua IAD di Rumah Dahor

METROPOLIS139 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Rumah Cagar Budaya Dahor kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, situs bersejarah yang merekam perjalanan awal perkembangan Kota Balikpapan itu dikunjungi Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Sruning Burhanuddin, didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M. Kunjungan ini juga dihadiri jajaran pengurus IAD Kalimantan Timur dan Balikpapan, termasuk Sekretaris Umum IAD Yanti Ade Adhyaksa, Ketua IAD Wilayah Kalimantan Timur Fatma Haedar, dan Ketua IAD Daerah Balikpapan Dian Andri Irawan.

Kehadiran para tamu bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam upaya menjaga serta melestarikan warisan sejarah dan budaya kota. Rumah Dahor, yang menjadi saksi bisu perkembangan industri energi nasional melalui Kilang Balikpapan, kini difungsikan sebagai ruang edukasi publik untuk generasi muda mengenal sejarah kota.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan apresiasinya atas komitmen PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan dalam merawat situs bersejarah ini.

“Rumah Cagar Budaya Dahor bukan hanya wujud pelestarian heritage, tetapi juga menyimpan dokumentasi sejarah awal mula kota, termasuk foto-foto dimulainya operasional kilang. Tempat ini penting sebagai sarana edukasi publik, khususnya bagi generasi muda,” ujar Bagus. Ia menambahkan, pelestarian rumah cagar budaya dapat diperluas dengan titik-titik informasi sejarah lainnya agar masyarakat dapat lebih mengenal sejarah Kota Balikpapan.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menekankan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan Rumah Dahor sebagai ruang edukasi sejarah yang terbuka bagi publik.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ini. PT KPI RU V Balikpapan berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional kilang secara berkelanjutan, tetapi juga melestarikan warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kota Balikpapan,” ungkap Dodi.

Melalui pengelolaan Rumah Cagar Budaya Dahor, perusahaan berharap dapat menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian budaya lokal bagi generasi mendatang.